Guru Sekolah Rakyat Kupang Kawal Siswa Meraih Mimpi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jul 2026, 12:29
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi Guru dan murid Ilustrasi Guru dan murid (Pixabay)

Ntvnews.idKupangSekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi Sekolah Rakyat pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur sekaligus rumah belajar bagi 100 siswa angkatan pertama yang berasal dari keluarga Desil 1 dan Desil 2. Sebagai bagian dari Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah, sekolah ini tidak hanya memberikan akses pendidikan yang berkualitas secara gratis, tetapi juga menghadirkan pendampingan menyeluruh bagi peserta didik melalui sistem pembelajaran berasrama.

Di balik penyelenggaraan program tersebut, para guru memegang peran penting dalam mendampingi siswa, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam membentuk karakter, menumbuhkan kepercayaan diri, hingga membantu mereka menemukan cita-cita yang selama ini terasa jauh dari jangkauan.

Salah satunya adalah Alfonsa Telmi Juita, guru mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di SRMP 19 Kupang. Baginya, mengajar di Sekolah Rakyat bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk menghadirkan kesempatan yang sama bagi setiap anak Indonesia.

Ketertarikannya bergabung sebagai guru berangkat dari pengalaman hidup yang tidak jauh berbeda dengan para siswanya. Juita berasal dari keluarga Desil 1 sehingga memahami bagaimana keterbatasan ekonomi sering kali menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Baca Juga860 Guru Sekolah Rakyat Dilantik, Mensos Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif

"Saya tertarik menjadi guru Sekolah Rakyat karena program ini memang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, Desil 1 dan Desil 2. Kebetulan saya sendiri juga berasal dari Desil 1. Saya percaya siapa pun berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan memiliki kesempatan untuk meraih mimpi mereka," ujarnya.

Selama hampir satu tahun mendampingi siswa di SRMP 19 Kupang, Juita menyaksikan sendiri semangat belajar yang dimiliki anak-anak meski datang dari latar belakang kehidupan yang berbeda-beda.

Menurutnya, para siswa memiliki tekad kuat untuk berkembang dan terus belajar. Perubahan itu mulai terlihat sejak mereka menjalani kehidupan di Sekolah Rakyat.

"Anak-anak ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda, tetapi mereka punya semangat belajar yang luar biasa. Mereka mau belajar, mau berkembang, dan mau dididik. Ada perubahan yang sangat terlihat dibandingkan saat pertama kali mereka datang," katanya.

Baca JugaMenkop Bakal Kumpulkan Pengurus KDMP untuk Matangkan Operasional

Berbeda dengan sekolah reguler, proses pendampingan di Sekolah Rakyat berlangsung secara menyeluruh. Guru tidak bekerja sendiri, tetapi berkolaborasi dengan para pendamping asrama atau Bapak dan Mama Wali Asuh untuk memastikan perkembangan siswa terus terpantau, baik di dalam kelas maupun setelah kegiatan belajar selesai.

Pendampingan tersebut bertujuan agar anak-anak tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga mampu membangun karakter, disiplin, dan kepercayaan diri.

"Kami tidak hanya mendidik mereka di sekolah, tetapi juga berlanjut di asrama. Kami menuntun mereka untuk menemukan mimpi-mimpi mereka," tutur Juita.

Bagi Juita, menjadi guru di Sekolah Rakyat berarti menjadi bagian dari perjalanan hidup setiap siswa. Ia melihat bagaimana anak-anak yang sebelumnya tumbuh dalam berbagai keterbatasan kini mulai berani bermimpi lebih besar dan percaya bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Harapan itu pula yang terus menjadi semangat bagi para guru untuk mendampingi setiap proses tumbuh kembang siswa. Juita berharap perjalanan pendidikan anak-anak Sekolah Rakyat tidak berhenti setelah lulus dari jenjang SMP, tetapi dapat terus berlanjut hingga SMA bahkan perguruan tinggi.

Kisah Juita menunjukkan bahwa keberhasilan Program Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh tersedianya akses pendidikan, tetapi juga oleh dedikasi para guru yang hadir sebagai pendamping sekaligus penggerak harapan bagi anak-anak. Melalui bimbingan yang konsisten dan pendekatan yang humanis, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi muda yang percaya diri, berkarakter, dan siap mewujudkan mimpi mereka.

Kisah lengkap mengenai dedikasi para guru di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui Podcast Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.

x|close