Kementerian PU Alokasikan Rp26,30 Triliun untuk Bangun Sekolah Rakyat Tahap 3

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jul 2026, 18:13
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Suasana Rapat Dengar Pendapat antara Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026 Suasana Rapat Dengar Pendapat antara Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan anggaran sebesar Rp26,30 triliun untuk mendukung pembangunan 100 unit Sekolah Rakyat Tahap 3 yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Kuswara mengatakan alokasi anggaran tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah terkait pembangunan Sekolah Rakyat.

"Program Sekolah Rakyat sesuai dengan amanat Inpres nomor 8 tahun 2025 dengan alokasi Rp26,30 triliun," ujar Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Kuswara dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Kuswara menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk membangun 100 unit Sekolah Rakyat Tahap 3 sekaligus membiayai sebagian uang muka pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 4. Program tahap berikutnya akan dikerjakan melalui skema multiyears contract (MYC) pada periode 2027 hingga 2028 dengan target pembangunan sebanyak 100 unit.

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3 menjadi salah satu program prioritas Kementerian PU pada 2027. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses terhadap pendidikan yang berkualitas sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Baca Juga: Pramono Siap Tambah Kapasitas Sekolah Rakyat di Jakarta, Target Tampung 1.000 Siswa

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan gedung Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan sudah dapat difungsikan pada Juli 2026. Menurutnya, progres pembangunan secara nasional saat ini diperkirakan telah mencapai hampir 81 persen.

Dody mengungkapkan bahwa situasi geopolitik global akibat Perang Amerika Serikat-Iran berdampak pada kenaikan harga material bangunan maupun bahan bakar minyak (BBM), sehingga proses pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II mengalami sedikit perlambatan.

Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak dijadikan alasan untuk mengendurkan pekerjaan. Kementerian PU, kata dia, terus berupaya agar pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dapat diselesaikan sepenuhnya sesuai target.

Baca Juga: AHY: Sekolah Rakyat Dibangun untuk Membuka Masa Depan Anak dari Keluarga Kurang Mampu

Selain mempercepat penyelesaian Tahap II, Kementerian PU juga telah memulai proses lelang pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III. Rinciannya, Tahap IIIA mencakup tujuh lokasi yang sudah memasuki proses lelang, Tahap IIIB sebanyak 11 lokasi masih dalam tahap persiapan lelang, sedangkan Tahap IIIC yang terdiri atas 89 lokasi masih menunggu pemenuhan readiness criteria.

(Sumber: Antara)

x|close