Respons Iran Soal Pernyataan Trump Bisa Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Ali Khamenei

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jul 2026, 17:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Seorang warga memberikan penghormatan bunga mawar saat unjuk rasa untuk berkabung untuk pemimpin tertinggi Iran yang telah meninggal, Ali Khamenei, dan menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang sedang menjabat, Mojtaba Khamenei, di Teheran, Seorang warga memberikan penghormatan bunga mawar saat unjuk rasa untuk berkabung untuk pemimpin tertinggi Iran yang telah meninggal, Ali Khamenei, dan menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang sedang menjabat, Mojtaba Khamenei, di Teheran, (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Kedutaan Besar Iran di Armenia merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim dirinya bisa saja "melenyapkan semua orang" yang menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Melalui unggahan di platform media sosial X, Kedutaan Besar Iran di Armenia menegaskan bahwa kematian seseorang tidak akan menghapus gagasan maupun perjuangan yang ditinggalkannya.

"Orang bisa dibunuh, tetapi cita-cita tidak bisa dimatikan. Anda membunuh Ayatollah Khamenei, tetapi pada kenyataannya Anda hanya memecahkan sebotol parfum yang aromanya menyebar ke mana-mana. Anda tidak memahami hal-hal seperti ini karena Anda tidak memiliki peradaban, sejarah, maupun kehormatan," tulis Kedutaan Besar Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas wawancara Trump dengan media Axios. Dalam wawancara itu, Trump menyebut dirinya memiliki kemampuan untuk "melenyapkan semua orang" yang hadir dalam prosesi pemakaman Khamenei.

"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja [dan kami bisa melenyapkan mereka semua], tetapi kami tidak akan melakukannya karena setelah itu tidak akan ada lagi yang bisa diajak bernegosiasi," kata Trump seperti dikutip Axios, Senin, 6 Juli 2026.

Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Arena Unjuk Kekuatan Militer Negara Asing

Trump juga mengaku terkejut melihat banyak warga Iran yang menangis dan berkabung dalam prosesi penghormatan terakhir tersebut. Menurutnya, ia sebelumnya mengira masyarakat Iran tidak lagi mendukung Ayatollah Ali Khamenei.

Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan udara yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat di Teheran pada 28 Februari lalu.

Pemerintah Iran menjadwalkan pemakaman Ali Khamenei berlangsung di Kota Mashhad pada 9 Juli mendatang. Sebelumnya, rangkaian penghormatan terakhir telah digelar di Teheran pada Sabtu, 4 Juli 2026 dan akan berlanjut di Kota Qom pada 7 Juli.

Otoritas Iran memperkirakan jutaan warga akan mengikuti prosesi berkabung yang berlangsung selama enam hari tersebut, menjadikannya sebagai salah satu peristiwa internasional yang paling banyak menyedot perhatian dunia.

Di berbagai wilayah Iran, poster dan baliho berukuran besar bergambar mendiang Ayatollah Ali Khamenei juga dipasang sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang memimpin Republik Islam Iran selama lebih dari tiga dekade.

x|close