Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas keamanan pangan dan kesehatan di Eropa tengah menyelidiki wabah infeksi salmonella yang diduga berkaitan dengan produk mi instan berbumbu, khususnya varian rasa ayam. Hingga kini, sebanyak 106 kasus telah dikonfirmasi di 14 negara, dengan mayoritas penderita berasal dari kelompok anak-anak dan dewasa muda.
Berdasarkan pernyataan European Food Safety Authority (EFSA) dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), sedikitnya 49 orang dari total kasus yang teridentifikasi harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Dikutip dari AP News, kedua lembaga tersebut menyatakan bahwa produk mi instan berbumbu menjadi sumber paling mungkin dari penyebaran wabah yang masih berlangsung di berbagai negara.
"Produk mi berbumbu merupakan sumber yang paling mungkin dari wabah infeksi yang masih berlangsung di berbagai negara, dengan bukti yang mengaitkan kasus-kasus tersebut pada produk dari merek yang sama," tulis EFSA dan ECDC.
Meski tidak mengungkapkan nama merek secara langsung, EFSA dan ECDC menyebut wabah tersebut berkaitan dengan bakteri Salmonella Stanley yang terhubung dengan produsen mi instan di Ukraina.
Baca Juga: CBA Minta Dewas KPK Bedah 10 Klaster Kasus Bea Cukai: Jangan Berhenti di Panggung Publik
Penyelidikan mikrobiologi yang dilakukan otoritas menemukan strain wabah pada produk mi instan rasa ayam dan ayam pedas di Jerman serta Lithuania. Meski demikian, otoritas menegaskan penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan sumber pasti kontaminasi.
Di sisi lain, perusahaan Reva Foods mengungkap adanya dugaan temuan bakteri Salmonella Stanley pada salah satu batch mi instan yang dipasarkan di kawasan Baltik. Produk tersebut diproduksi oleh Euro Food Service, produsen mi asal Ukraina.
Perusahaan menyatakan telah melakukan investigasi internal dan menarik batch produk yang diduga terkontaminasi dari peredaran. Selain itu, pengawasan juga diperketat melalui pengujian laboratorium independen, audit regulasi, pemantauan lingkungan produksi, serta penerapan langkah-langkah pencegahan tambahan.
"Keselamatan konsumen adalah prioritas utama kami," demikian pernyataan perusahaan.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Kemitraan Indonesia-Singapura Akan Perkuat Stabilitas Asia Tenggara
Wabah Menyebar ke 14 Negara
Menurut EFSA dan ECDC, kasus infeksi salmonella yang diduga berkaitan dengan produk mi instan tersebut telah terdeteksi di 14 negara, yaitu:
- Austria
- Britania Raya
- Ceko
- Denmark
- Estonia
- Prancis
- Jerman
- Hungaria
- Latvia
- Lithuania
- Belanda
- Norwegia
- Polandia
- Swedia
Gejala Infeksi Salmonella
Infeksi salmonella umumnya ditandai dengan sejumlah gejala, seperti diare, demam, muntah hebat, dehidrasi, hingga kram perut.
Sebagian besar penderita dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, infeksi dapat berkembang menjadi lebih serius pada anak-anak, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Ilustrasi Mie instan (Pixabay)