Purbaya: Inflasi Juni Dipengaruhi Kenaikan Harga BBM dan Komoditas Pangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jul 2026, 10:20
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan inflasi Indonesia pada Juni 2026 terutama didorong oleh kenaikan harga komoditas yang bersifat fluktuatif, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah bahan pangan.

Menurut Purbaya, tekanan inflasi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara dan akan mulai mereda dalam beberapa waktu mendatang seiring penurunan harga minyak dunia.

“Tapi kan sama ada cabai, dan lain-lain gitu kan, barang-barang itu. Itu kan (komoditas) musiman. Saya harapkan sih nanti setelah harga minyak ini kan udah turun, harga pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia. Jadi itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia juga menilai kondisi inflasi saat ini belum menunjukkan adanya lonjakan permintaan masyarakat. Hal tersebut, kata dia, terlihat dari inflasi inti yang masih berada dalam kisaran yang terkendali.

“Basically gitu, kita liat core inflation-nya 2,76 persen. Core inflation-nya kan masih relatif terkendali,” ujarnya pula.

Baca Juga: Inflasi Juni 2026 Capai 0,44 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Bensin dan Tarif Pesawat

Purbaya menegaskan bahwa kenaikan inflasi lebih banyak dipicu oleh faktor harga komoditas yang mudah bergejolak, bukan karena tingginya permintaan.

“Jadi itu karena harga yang fluktuatif saja, minyak, BBM, dan tadi harga pangan. Itu harusnya akan hilang dalam waktu beberapa bulan ke depan, karena core-nya masih stabil. Jadi kenaikannya bukan karena demand yang terlalu cepat,” kata Purbaya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Adapun secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi tercatat sebesar 0,44 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan inflasi 2,29 persen dan memberikan andil sebesar 0,28 persen terhadap inflasi nasional.

Kenaikan pada kelompok transportasi terutama dipengaruhi oleh tiga komoditas utama, yakni bensin dengan andil 0,21 persen, tarif angkutan udara sebesar 0,05 persen, serta pelumas atau oli mesin sebesar 0,01 persen.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah ke 5.640, Pasar Tunggu Rilis Inflasi dan Neraca Perdagangan

Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan kontribusi 0,06 persen terhadap inflasi bulanan.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar pada kelompok tersebut meliputi bawang merah dengan andil 0,04 persen, bawang putih sebesar 0,03 persen, serta beras sebesar 0,02 persen.

Adapun inflasi inti pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,23 persen secara bulanan (mtm) dan 2,76 persen secara tahunan (yoy).

(Sumber: Antara)

x|close