Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada 16 Juli 2026.
Dalam agenda tersebut, Presiden akan memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Shelter Program Strategis Nasional (PSN) Lapangan Gas Blok Masela, yang merupakan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia.
Lokasi pelaksanaan groundbreaking pembangunan Shelter PSN Blok Masela berada di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Rencana kunjungan Presiden tersebut disampaikan Panglima Komando Daerah Militer XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, saat bersilaturahmi dengan awak media di Kota Ambon pada Rabu, 1 Juli 2027 malam.
"Insya Allah tanggal 16 Juli Presiden akan hadir ke sana untuk melaksanakan groundbreaking," kata Dody.
Untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana, Dody mengungkapkan dirinya akan bertolak ke Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026 guna mengikuti rapat koordinasi bersama pemerintah pusat terkait persiapan pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional Blok Masela.
"Hari Jumat siang kami melaksanakan rapat. Saya akan memaparkan kondisi terakhir dan seluruh persiapan groundbreaking. Insya Allah besok sore kami ke Jakarta," ujarnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Pangdam XV/Pattimura akan menyampaikan perkembangan terkini terkait kesiapan proyek, termasuk aspek keamanan dan penyelesaian berbagai persyaratan yang diperlukan sebelum dimulainya pembangunan.
"Alhamdulillah semuanya sudah clear," ungkapnya.
Baca Juga: 8 Orang Terluka dalam Penembakan di Brooklyn Saat Perayaan Hari Kemerdekaan AS
Dody menjelaskan bahwa salah satu tahapan krusial yang telah diselesaikan adalah pendataan serta penetapan kompensasi tanam tumbuh bagi 662 pemilik lahan yang terdampak pembangunan proyek.
Proses tersebut dilakukan oleh Tim Terpadu yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan mengacu pada ketentuan yang berlaku.
"Alhamdulillah sudah diputuskan, sudah dihitung dan didata secara objektif serta dikawal oleh seluruh pihak terkait. Semuanya berjalan lancar. Sekarang tinggal persiapan pembayaran tanam tumbuh untuk area pembangunan prioritas terlebih dahulu," jelasnya.
Sementara itu, pengendalian operasi keamanan selama pelaksanaan groundbreaking akan dipimpin oleh Brigjen TNI Muhammad Ali, yang telah berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar selama hampir satu bulan guna memantau berbagai persiapan di lapangan.
"Saya percayakan kepada beliau. Besok kami bersama-sama akan memaparkan kesiapan kepada pemerintah pusat," kata Dody.
Pangdam XV/Pattimura berharap pelaksanaan groundbreaking yang akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap Provinsi Maluku, sekaligus mempercepat pengembangan sektor energi nasional.
"Kalau ini berhasil dan berjalan lancar, maka akan meningkatkan iklim investasi. Ini tentunya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Bayangkan jika potensi gas yang sangat besar ini dapat dikembangkan melalui sistem offshore dan fasilitas pendukung di darat," ujarnya.
Blok Masela sendiri merupakan salah satu proyek hulu minyak dan gas terbesar di Indonesia yang berlokasi di Laut Arafura, di sekitar wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Proyek ini masuk dalam daftar Program Strategis Nasional karena memiliki cadangan gas alam yang sangat besar dan diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama ketahanan energi nasional.
Pengembangan Blok Masela diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi gas nasional, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia, meningkatkan investasi, serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Groundbreaking yang direncanakan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut juga menjadi penanda dimulainya tahapan pembangunan proyek strategis nasional sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat hilirisasi sektor energi dan pemerataan pembangunan di Indonesia bagian timur.
Presiden Prabowo Subianto di HUT ke-80 Bhayangkara (YouTube Sekretariat Presiden )