Pramono Siap Sediakan Lahan untuk Sekolah Rakyat Berasrama, Perluas Akses Pendidikan Anak Kurang Mampu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jul 2026, 00:15
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono Anung dan Saifullah Yusuf Pramono Anung dan Saifullah Yusuf (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung pengembangan Sekolah Rakyat, program pendidikan yang ditujukan untuk memperluas akses belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dukungan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan bersama Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Jumat, 3 Juli 2026 sore.

Menurut Pramono, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang mampu membuka peluang masa depan lebih baik sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat berbagai program pendidikan yang berpihak kepada masyarakat.

"Tidak ada yang boleh tertinggal dalam memperoleh manfaat pembangunan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang membuka harapan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I Tahun 2026 kepada 707.477 peserta didik. Selain itu, sebanyak 15.825 mahasiswa menerima manfaat Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Pemerintah daerah juga melaksanakan Program Pemutihan Ijazah Tahap I yang telah membantu 2.026 peserta didik, sehingga mereka dapat memperoleh kembali ijazah yang sebelumnya tertahan.

Pramono menambahkan, sebanyak 90 siswa SRMA 10 Jakarta Selatan tetap memperoleh manfaat KJP Plus sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan mereka. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya memahami betul pentingnya bantuan pendidikan karena pernah merasakan manfaat beasiswa saat masih menempuh pendidikan.

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi alasan kuat bagi dirinya untuk mendukung penuh pengembangan Sekolah Rakyat sebagai salah satu investasi terbaik bagi masa depan generasi muda Indonesia.

"Saya merasakan sendiri bagaimana pentingnya bantuan pendidikan. Kalau dulu saya tidak mendapatkan beasiswa, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Karena itu, saya percaya Sekolah Rakyat akan menjadi investasi jangka panjang bagi anak-anak Indonesia," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Pramono menyatakan Pemprov DKI Jakarta siap mengkaji penyediaan lahan seluas lima hingga delapan hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 siswa.

"Jika memungkinkan, kami akan menyiapkan lahan sekitar lima hingga delapan hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat berasrama bagi sekitar 1.000 siswa di Jakarta. Kami berharap sekolah ini dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik," tutupnya.

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis pemerintah.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

"Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur Pramono Anung yang selama ini terus berkolaborasi agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik. Kami juga menyambut baik kesiapan Pemprov DKI untuk mendukung tambahan sekolah rintisan yang dapat menampung sekitar 1.000 siswa di Jakarta," ucapnya.

Saat ini, pemerintah telah menyiapkan sekitar 10 lokasi Sekolah Rakyat di Jakarta. Sebanyak delapan lokasi sedang menjalani proses renovasi, termasuk gedung milik Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Pejompongan, serta fasilitas di kawasan Marunda dan Curug.

x|close