Ntvnews.id, Kyiv - Rentetan serangan udara Rusia menghantam sejumlah kota di Ukraina, hanya beberapa jam sebelum rencana gencatan senjata sementara diberlakukan. Sedikitnya 21 orang dilaporkan tewas akibat serangan terbaru tersebut.
Dilansir dari Reuters, Kamis, 7 Mei 2206, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam tindakan Moskow yang menurutnya menunjukkan "sinisme total" karena tetap melancarkan serangan mematikan sambil mendorong gencatan senjata menjelang parade Hari Kemenangan pada 9 Mei mendatang.
Serangan Rusia dilaporkan menghantam kota Zaporizhzhia, Kramatorsk, dan Dnipro. Gempuran itu terjadi beberapa jam sebelum dimulainya gencatan senjata yang sebelumnya diusulkan Ukraina.
Di Zaporizhzhia yang berada dekat garis depan pertempuran di wilayah selatan Ukraina, sedikitnya 12 orang dilaporkan meninggal dunia. Zelensky menyebut serangan tersebut "sama sekali tidak memiliki pembenaran militer".
Sementara itu, pada Rabu, 6 Mei 2026 pagi, kepala wilayah Crimea menyatakan serangan drone Ukraina menewaskan sedikitnya lima warga sipil. Crimea sendiri dianeksasi Rusia dari Ukraina pada 2014.
Baca Juga: Ukraina dan Rusia Saling Gempur Drone dan Rudal, Lima Orang Tewas
Serangan terbaru itu muncul setelah Rusia meminta Kyiv menyetujui gencatan senjata dalam rangka peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia II pada 9 Mei.
"Kita membutuhkan keheningan dari serangan-serangan seperti itu dan semua serangan serupa lainnya setiap hari, bukan hanya untuk beberapa jam di suatu tempat di luar sana untuk 'perayaan'," kata Zelensky sambil meminta negara-negara sekutu Ukraina mengutuk serangan tersebut.
Pemerintah Kyiv sebelumnya menyatakan akan menghentikan serangan mulai 6 Mei. Namun, Rusia disebut tetap menggempur Dnipro pada Selasa tengah malam menjelang tenggat yang ditetapkan Ukraina. Zelensky mengatakan sedikitnya empat warga sipil tewas dalam serangan itu.
Asap mengepul di kota setelah serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 28 September 2025. (Reuters)
Lima korban lainnya, menurut Zelensky, meninggal dunia setelah serangan Rusia menghantam pusat kota Kramatorsk di wilayah timur Ukraina.
"Serangan itu tepat mengenai pusat kota, menargetkan warga sipil," ucap Zelensky, seraya memperingatkan jumlah korban jiwa kemungkinan masih bertambah.
Berdasarkan data pejabat Ukraina, sedikitnya 70 orang mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan Rusia.
Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. (Antara)