Trump Semprot Kanselir Jerman soal Iran, Minta Fokus Akhiri Perang Rusia-Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mei 2026, 08:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait sikapnya dalam konflik Iran. Trump meminta Merz lebih memusatkan perhatian pada upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina dibanding ikut campur dalam situasi Timur Tengah.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 1 Mei 2026, menyebut ini bukan pertama kalinya Trump melayangkan kritik kepada Merz. Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Trump mengungkap kemungkinan menarik kembali ribuan tentara Amerika Serikat yang saat ini ditempatkan di Jerman.

"Kanselir Jerman seharusnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengakhiri perang dengan Rusia/Ukraina (di mana dia sama sekali tidak efektif!), dan memperbaiki negaranya yang hancur, terutama masalah Imigrasi dan Energi," tulis Trump di media sosial.

Baca Juga: Trump Ngaku Tak Takut Usai Insiden Penembakan di Jamuan Wartawan Gedung Putih

Trump menilai Merz tidak seharusnya terlalu jauh mencampuri konflik di Timur Tengah. Menurutnya, langkah yang dilakukan pihak terkait bertujuan menghilangkan ancaman nuklir Iran demi keamanan global.

"(Merz) lebih sedikit waktu untuk mencampuri pihak-pihak yang sedang menyingkirkan ancaman Nuklir Iran, yang dengan demikian membuat dunia, termasuk Jerman, menjadi tempat yang lebih aman!"

Kemarahan Trump disebut dipicu komentar Merz beberapa hari sebelumnya. Dalam pernyataannya, Kanselir Jerman itu menilai Teheran sedang “mempermalukan” Washington dalam proses negosiasi guna mengakhiri perang di Iran.

x|close