Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak lagi dapat memaksakan kehendaknya terhadap negara-negara lain. Pernyataan tersebut muncul ketika Washington tengah mempertimbangkan proposal terbaru dari Teheran terkait pembukaan kembali blokade Selat Hormuz.
Sejak pecahnya perang dengan AS dan Israel, Iran diketahui secara efektif menutup Selat Hormuz. Kebijakan itu mengguncang pasar energi dunia dan menjadikan jalur strategis tersebut sebagai fokus utama dalam upaya negosiasi penghentian konflik. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting distribusi minyak dan gas global.
"Amerika Serikat tidak lagi berhak mendikte kebijakannya kepada negara-negara merdeka," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran dan dikutip dari AFP, Rabu, 29 April 2026.
Ia juga menegaskan bahwa Washington harus "menerima bahwa mereka harus meninggalkan tuntutan-tuntutan ilegal dan irasionalnya".
Baca Juga: Cek Fakta: Purbaya Usul MBG Diubah Jadi Bantuan ke Iran, Palestina dan Israel
Meski gencatan senjata telah menghentikan bentrokan antara Iran, AS, dan Israel, pembicaraan untuk mengakhiri konflik secara permanen hingga kini masih belum mencapai kesepakatan final.
Proposal terbaru Iran yang sedang dikaji Washington disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara perundingan lebih luas terkait konflik tetap berlangsung.
Pemerintah Iran menekankan bahwa mereka membutuhkan jaminan yang dapat dipercaya terkait tidak adanya lagi serangan dari AS maupun Israel sebelum keamanan kawasan Teluk dapat dipastikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang diprakarsai Bahrain.
Dalam pertemuan yang berlangsung di markas besar PBB pada Senin, 27 April 2026 waktu setempat itu, sejumlah negara mengecam Iran atas langkahnya mengambil alih kendali Selat Hormuz.
Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)
Namun, Iravani menegaskan stabilitas kawasan hanya bisa tercapai apabila agresi benar-benar dihentikan dan disertai "jaminan yang kredibel" agar serangan tidak kembali terjadi di masa mendatang.
"Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang berkelanjutan dan permanen terhadap Iran yang dilengkapi dengan jaminan yang kredibel untuk tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah," tegas Iravani di hadapan Dewan Keamanan PBB.
Baca Juga: Dievakuasi Usai Penembakan, Trump Tegaskan Tak Gentar Hadapi Konflik Iran
Usai sidang tersebut, Iravani juga mengkritik negara-negara yang menurutnya hanya menyudutkan Iran tanpa mengecam blokade laut yang dilakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
"Amerika Serikat bertindak seperti bajak laut dan teroris, menargetkan kapal-kapal komersial melalui paksaan dan intimidasi, meneror awak kapal, secara ilegal menyita kapal, dan menyandera anggota awak kapal," cetusnya.
Bendera Amerika Serikat/ist