Wujudkan Pusat Ekonomi Baru, Wamentrans Bidik Sektor Pangan hingga Maritim Lewat TEP 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jun 2026, 16:28
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wamen Transmigrasi Viva Yoga Wamen Transmigrasi Viva Yoga (Kementerian Transmigrasi )

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terus mematangkan langkah strategis untuk mengubah wajah kawasan transmigrasi menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Melalui program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, pemerintah menargetkan dampak nyata yang melampaui sektor ketahanan pangan, yakni merambah hingga sektor perkebunan dan maritim.

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kunjungan lapangan biasa. TEP 2026 dirancang sebagai jembatan inovasi yang membawa teknologi tepat guna ke pelosok negeri.

"Orientasinya bukan semata-mata untuk tanaman pangan, tetapi juga harus menyentuh sektor maritim, perkebunan, dan potensi lokal lainnya. Kawasan transmigrasi memiliki kekayaan sumber daya yang beragam, dan kita butuh sentuhan teknologi untuk mengolahnya," ujar Viva Yoga, Minggu, 14 Juni 2026.

Implementasi TEP 2026 merupakan kelanjutan dari riset mendalam yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025. Hasil riset tersebut menjadi fondasi bagi para peserta untuk memberikan rekomendasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan spesifik di masing-masing wilayah.

Yang menarik, program ini berhasil menarik minat ribuan talenta muda. Dari total 10.359 pendaftar, telah terpilih 1.476 peserta terbaik yang terdiri dari 1.230 anggota dan 246 ketua tim. Mereka bukan hanya berasal dari 10 perguruan tinggi mitra nasional, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari kampus bergengsi dunia.

"Para peserta berasal dari berbagai latar belakang akademis, termasuk mereka yang menempuh studi di University of Melbourne, University of Glasgow, hingga King's College London. Kehadiran mereka diharapkan membawa perspektif global dalam membangun desa," tambah Viva.

Nantinya, para Patriot muda ini akan diterjunkan ke 54 kawasan transmigrasi prioritas. Tugas utamanya adalah berkolaborasi dengan penduduk setempat untuk menciptakan kreasi dan inovasi yang dapat meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

Viva Yoga menekankan pentingnya inklusivitas dalam pembangunan ini. Ia menginginkan agar sistem pertumbuhan ekonomi yang dibangun tidak hanya menguntungkan warga transmigran (Satuan Pemukiman), tetapi juga memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat lokal di sekitarnya.

"Kita ingin menciptakan ekosistem di mana semua pihak tumbuh bersama. Transmigrasi adalah model kolaborasi untuk mempercepat lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di luar Pulau Jawa," tegasnya.

Program transmigrasi terbukti telah menjadi tulang punggung pengembangan wilayah di Indonesia. Hingga saat ini, program ini telah berhasil mendorong lahirnya 1.567 desa baru, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota dan 3 Ibu Kota Provinsi: Tanjung Selor (Kalimantan Utara), Mamuju (Sulawesi Barat), dan Salor, Merauke (Papua Selatan).

Secara total, program ini telah memfasilitasi perpindahan dan penataan pemukiman bagi 2,2 juta kepala keluarga atau sekitar 9,1 juta jiwa.

Dengan kehadiran Tim Ekspedisi Patriot 2026, Kementrans optimistis kawasan transmigrasi tidak lagi dianggap sebagai daerah pinggiran, melainkan kawasan masa depan yang modern, mandiri, dan berdaya saing tinggi di berbagai sektor, dari darat hingga ke laut.

(Sumber: Antara)

x|close