Kementrans Prioritaskan Keturunan Transmigran dalam Seleksi Tim Ekspedisi Patriot 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mei 2026, 15:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Rapat Pleno Hasil Penilaian dan Usulan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di Jakarta, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Rapat Pleno Hasil Penilaian dan Usulan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di Jakarta, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memastikan adanya ruang keterwakilan bagi keturunan transmigran dalam Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Dari total 10.539 pendaftar, sebanyak 394 orang atau sekitar 4 persen diketahui berasal dari keluarga transmigran.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa peserta dari latar belakang tersebut akan mendapatkan perhatian khusus dalam proses seleksi, namun tetap harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Tidak hanya karena yang penting keturunan transmigran, lalu pasti diterima. Tentu saja ada standardnya,” ujar Iftitah di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan bersama sejumlah perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Airlangga (Unair), IPB University, Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Tahapan seleksi meliputi administrasi, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan berlangsung sampai awal Juni 2026. Dari seluruh proses tersebut, hanya sekitar 1.200 peserta yang akan lolos sebagai anggota resmi TEP 2026.

Baca Juga: 10 Ribu Sarjana Berebut Kursi Ekspedisi Patriot 2026 di Kementerian Transmigrasi

Pemerintah juga menetapkan mekanisme prioritas apabila terjadi nilai akhir yang sama. Peserta dari keluarga transmigran akan diutamakan dalam kondisi tersebut, sebagai bentuk afirmasi keterwakilan.

“Kalau misalkan dari semua anak transmigran (yang mendaftar) tidak ada sama sekali yang memenuhi syarat, maka nanti ada keterwakilan. Jadi, kami juga tetap memberikan seat (kuota) keterwakilan,” kata Iftitah.

Ia menambahkan, apabila seluruh pendaftar keturunan transmigran memiliki nilai tinggi dan memenuhi standar, maka mereka tetap akan diterima tanpa pengurangan kuota.

“Tapi, kalau 394 (keturunan transmigran tersebut) semuanya (memiliki nilai) di atas rata-rata, ya tidak boleh dikurangi juga (kuota mereka). Justru itu adalah keberkahannya, justru mereka menjadi super prioritas (untuk diterima sebagai peserta TEP),” lanjutnya.

Baca Juga: AHY dan Mentrans Ajak Pemuda Bangun Kawasan Transmigrasi

Setelah dinyatakan lolos, peserta akan mengikuti pelatihan di kampus mitra masing-masing yang mencakup pembekalan pengabdian masyarakat, pengenalan wilayah penugasan, serta pelatihan emergency response and survival skills untuk menghadapi potensi situasi darurat dan bencana.

Para peserta nantinya akan ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi di Indonesia dan didampingi oleh ketua tim masing-masing, dengan total keseluruhan partisipan mencapai 1.400 orang.

Kementrans menjadwalkan pembekalan akhir pada akhir Juli 2026 sebelum peserta diberangkatkan ke lokasi penugasan.

“Nanti akan ada pembekalan sekitar akhir Juli, sebelum nanti mereka (peserta TEP 2026) kami lepas. Sekitar akhir Juli itu juga, mungkin tanggal 31 Juli, nanti akan kami lepas ke 53 kawasan transmigrasi,” imbuh Iftitah.

(Sumber: Antara)

x|close