Ntvnews.id, Jakarta - Militer Iran meminta Amerika Serikat (AS) untuk mematuhi perjanjian damai yang telah disepakati antara Teheran dan Washington pada Juni lalu, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
Juru bicara militer Iran, Brigjen Mohammad Akraminia, mengatakan kepada televisi nasional Iran IRIB pada Minggu bahwa campur tangan AS dalam upaya membentuk apa yang ia sebut sebagai "rute ilegal" yang melintasi Selat Hormuz telah memicu ketidakamanan di kawasan tersebut.
Akraminia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran akan tetap bertindak tegas dalam menjaga hak-hak rakyat Iran di Selat Hormuz.
Baca Juga: AS Lancarkan Gelombang Ketiga Serangan ke Iran Usai Insiden Kapal di Selat Hormuz
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa militer Iran secara berkala terus memperbarui daftar sasaran tembaknya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan serta instalasi militer milik AS di sejumlah negara kawasan Teluk. Di sisi lain, AS melakukan gelombang ketiga serangan dengan menargetkan instalasi radar, rudal, dan drone milik Iran di wilayah selatan negara itu.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan respons atas tindakan Iran yang menembaki kapal dagang di Selat Hormuz serta menutup jalur pelayaran strategis itu hingga waktu yang belum ditentukan. Dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan hilang.
(Sumber: Antara)
Foto arsip ini menunjukkan Selat Hormuz, Iran, Rabu, 19 Februari 2025 (Antara)