PBB Desak AS dan Iran Kembali Berunding

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jul 2026, 16:10
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Arsip foto - Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric. Arsip foto - Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric. (Antara)

Ntvnews.id, Markas PBB, New York - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan Amerika Serikat dan Iran untuk segera kembali menempuh jalur diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. PBB menilai perundingan menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas kawasan maupun dunia.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan aksi saling menyerang antara kedua pihak harus segera diakhiri agar konflik tidak semakin meluas.

"Situasi saling balas ini harus dihentikan. Kembalinya jalur diplomasi sangat mendesak demi stabilitas kawasan dan stabilitas global," kata Dujarric kepada wartawan saat dimintai tanggapan mengenai reaksi Sekretaris Jenderal PBB António Guterres terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah, yang dikutip di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurut Dujarric, konflik tersebut tidak hanya berdampak terhadap keamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu perekonomian dunia sehingga seluruh pihak perlu mengedepankan dialog.

Baca JugaBahrain Tuduh Iran Lancarkan Serangan Drone ke Wilayahnya, Minta Hal Ini ke PBB

"Kita terus membicarakan dampak konflik ini terhadap perekonomian dunia. Semua pihak yang terlibat perlu memahami bahwa cara terbaik untuk mengakhiri konflik ini adalah kembali ke meja perundingan," kata Dujarric menambahkan.

Ketegangan meningkat setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan besar ke wilayah Iran pada Rabu, 8 Juli 2026 dini hari.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.

Sebagai balasan, militer Iran mengumumkan telah menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Pemerintah Iran juga menuduh Washington melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan.

Baca JugaPBB Sambut Pengalihan Administrasi Gaza kepada Komite Tekokrat Palestina

Pada Rabu, 8 Juli 2026 pagi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku.

(Sumber: Antara)

x|close