Iran Klaim Serang 4 Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 15:26
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. (Antara)

Ntvnews.idMoskow - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap empat pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan yang sebelumnya dilakukan Washington ke wilayah Iran.

Dalam pernyataan yang dikutip Press TV pada Kamis, 9 Juli 2026, IRGC menyebut serangan AS menyasar sejumlah lokasi di provinsi pesisir selatan Iran dan dinilai sebagai tindakan yang kembali melanggar komitmen.

"Pada tahap pertama respons balasan kami, pasukan angkatan laut dan kedirgantaraan IRGC melancarkan serangan gabungan menggunakan rudal dan drone terhadap Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, serta pangkalan AS di Juffair dan Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain," bunyi pernyataan tersebut.

IRGC juga memperingatkan bahwa operasi militer terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di kawasan akan diperluas apabila Washington tetap melanjutkan aksi militernya terhadap Iran.

Baca JugaIRGC klaim hancurkan delapan fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain

Sebelumnya, pada Rabu, 8 Juli 2026, militer Iran telah menyatakan kesiapan untuk menyerang seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah jika kembali terjadi serangan dari Washington.

Pada hari yang sama, pasukan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar ke sejumlah wilayah di Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan tindakan Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Militer Iran kemudian menegaskan bahwa seluruh pangkalan militer Amerika Serikat dapat menjadi sasaran apabila gencatan senjata kembali dilanggar.

Baca JugaIRGC Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Kuwait sebagai Balasan Serangan dekat Bandar Abbas

"Konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata yang berulang (oleh Amerika Serikat) menjadi tanggung jawab Amerika Serikat yang kriminal. Seluruh pangkalan mereka akan menjadi sasaran yang sah untuk diserang menggunakan drone militer," demikian pernyataan militer Iran seperti dikutip Kantor Berita IRNA.

Selain itu, militer Iran juga mengklaim telah menyerang target di Pangkalan Udara Sheikh Isa yang berada di Bahrain.

(Sumber: Antara)

x|close