Bantah Isu TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen: Waspada Provokator

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 11:32
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kapuspen Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Walda Marison Kapuspen Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Walda Marison (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas membantah isu yang menyebut prajurit TNI hingga anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) mendatangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

Isu tersebut mencuat sejak Rabu (8/7/2026) malam, bertepatan dengan berkembangnya penyidikan dugaan korupsi yang turut menyeret nama Jaksa Kejaksaan Agung.

Di tengah beredarnya informasi tersebut, muncul berbagai spekulasi yang menyebut kedatangan personel TNI bertujuan menjemput sejumlah saksi yang sedang maupun akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Menanggapi hal itu, Muhammad Nas menilai informasi yang beredar telah dibesar-besarkan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang memanfaatkan situasi.

"Terlalu hiperbola, waspada provokator yang memanfaatkan momen ini," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Rosan: Kunjungan Tony Blair ke Danantara Perkuat Kepercayaan Investor Global

Nas juga membantah keras klaim yang menyebut ada prajurit TNI yang datang ke Polda Metro Jaya berkaitan dengan perkara tersebut.

"Berita itu tidak benar, tidak ada prajurit TNI yang ke Polda terkait masalah ini," tegas Nas.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa TNI menghormati setiap proses hukum yang sedang berlangsung dan tidak akan mencampuri penanganan perkara.

"Kalau ada kasus, pasti TNI sangat menghargai proses," tuturnya.

Selain membantah keberadaan prajurit TNI di Polda Metro Jaya, Nas juga menyoroti informasi mengenai adanya pihak yang mengaku sebagai personel BAIS TNI di lokasi.

Menurutnya, klaim tersebut patut dipertanyakan karena belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kalau ada yang mengaku sebagai personel BAIS, sangat diragukan kebenarannya," tegas Nas.

Baca Juga: BRIN: Bandar Antariksa Biak Jadi Simbol Kemandirian Ekosistem Antariksa Indonesia

Pernyataan Kapuspen TNI disampaikan di tengah perhatian publik terhadap penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang menyeret sejumlah pihak, termasuk dugaan keterlibatan dalam perkara pasokan batu bara untuk PT PLN.

Di saat yang sama, beredar pula isu mengenai keberadaan puluhan orang berambut cepak di sekitar kawasan Polda Metro Jaya. Informasi itu sempat viral di media sosial dan memunculkan spekulasi adanya upaya untuk menghalangi proses hukum. Namun, Kapuspen TNI memastikan kabar yang mengaitkan kehadiran prajurit TNI dalam isu tersebut tidak benar serta meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

x|close