IRGC Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Kuwait sebagai Balasan Serangan dekat Bandar Abbas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Mei 2026, 19:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. /ANTARA/Xinhua/aa. Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. /ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah meluncurkan serangan terhadap pangkalan udara milik Amerika Serikat di Kuwait sebagai respons atas operasi udara Washington di sekitar Bandara Bandar Abbas, wilayah selatan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan IRGC melalui laporan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada Kamis, 28 Mei 2026.

Menurut IRGC, serangan balasan dilakukan sekitar pukul 04.50 waktu setempat atau 08.20 WIB, hanya beberapa jam setelah serangan udara AS yang disebut menghantam area dekat bandar udara kota pelabuhan Bandar Abbas menggunakan proyektil udara.

"Tanggapan ini adalah peringatan serius agar musuh tahu bahwa agresi tidak akan dibiarkan begitu saja, dan jika diulangi, respons kami akan lebih tegas," kata IRGC, Kamis, 28 Mei 2026.

Baca Juga: AS dan Israel Gempur Kapal Iran Dekat Selat Hormuz

Hingga kini, pihak militer Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim serangan tersebut. Namun sebelumnya, seorang pejabat AS kepada Anadolu menyebut pasukan Amerika telah menembak jatuh empat drone Iran yang dianggap mengancam di kawasan dekat Selat Hormuz. AS juga disebut menyerang stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang diduga tengah bersiap meluncurkan drone lainnya.

"Tindakan-tindakan ini terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata," kata pejabat yang meminta namanya dirahasiakan.

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi operasi militer di Iran selatan yang menyasar lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang dituduh hendak memasang ranjau laut. Pemerintah Iran mengecam langkah tersebut dan menyebutnya sebagai “pelanggaran berat terhadap gencatan senjata.”

Baca Juga: AS Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Otoritas Iran Pengelola Selat Hormuz

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengaku belum puas terhadap perkembangan negosiasi damai antara Washington dan Teheran. Konflik di kawasan Timur Tengah sendiri memanas sejak 28 Februari ketika AS dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke sejumlah target di kawasan serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata akhirnya mulai diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Meski demikian, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen. Di sisi lain, Trump memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

(Sumber: Antara)

x|close