Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan berada di bawah kendali Iran maupun negara lain. Dalam rapat kabinet yang digelar Rabu, 27 Mei 2026, Trump menyatakan jalur pelayaran strategis tersebut harus tetap terbuka bagi seluruh pihak karena merupakan perairan internasional.
"Tidak, selat itu akan terbuka bagi semua pihak. Itu adalah perairan internasional, tidak ada yang akan mengendalikannya. Kami akan mengawasinya, kami akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan mengendalikannya," kata Trump dalam rapat kabinet.
Trump mengatakan isu mengenai Selat Hormuz saat ini masih menjadi bagian dari proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, ia menegaskan keinginan Iran untuk menguasai jalur perairan tersebut tidak akan pernah terwujud.
Baca Juga: Xi Jinping dan Donald Trump Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Angkatan Laut AS mulai memblokade seluruh lalu lintas maritim yang keluar masuk pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz pada 13 April lalu. Pemerintah AS menegaskan kapal non-Iran tetap diizinkan melintas selama tidak membayar biaya kepada Teheran.
Sementara itu, pemerintah Iran belum secara resmi memberlakukan pungutan terhadap kapal asing, meski rencana terkait kebijakan tersebut disebut tengah dibahas. Situasi ini memicu kekhawatiran dunia internasional mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.
Baca Juga: Donald Trump Belum Yakin AS dan Iran Capai Kesepakatan
Pada awal Mei, Trump juga meluncurkan “Project Freedom” untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di kawasan Selat Hormuz agar dapat keluar dengan aman. Namun sehari setelah diumumkan, operasi tersebut ditunda sementara guna membuka peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Selasa membantah laporan yang menyebut pihaknya kembali melakukan pengawalan terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur perairan tersebut. Situasi di Selat Hormuz pun masih menjadi perhatian dunia di tengah meningkatnya tensi geopolitik kawasan Timur Tengah.
(Sumber: Antara)
Sebuah spanduk raksasa yang menggambarkan Selat Hormuz dipajang di Alun-Alun Vali-e Asr, Teheran pada 2 Mei 2026, menampilkan frasa “pada titik puncak” seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)