AS: Lalu Lintas Pelayaran Selat Hormuz Tetap Normal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 03:46
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Selat Hormuz Ilustrasi - Selat Hormuz (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Militer Amerika Serikat (AS) membantah klaim Iran yang menyatakan telah menutup Selat Hormuz. Washington menegaskan jalur pelayaran strategis tersebut masih beroperasi normal dan tetap dilalui kapal-kapal.

"Iran tidak mengendalikan selat itu. Lalu lintas lancar," kata CENTCOM, yang mengawasi pasukan AS di Timur Tengah, pada X, seperti dilansir dari AFP, Senin, 13 Juli 2026.

Dalam unggahan berikutnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) secara langsung membantah pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengklaim jalur utama distribusi minyak dunia itu telah ditutup.

Militer AS menegaskan Selat Hormuz "tetap menjadi jalur perairan internasional. Pasukan Amerika siap dan siap untuk menjaganya tetap seperti itu."

Ketegangan meningkat setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz bersamaan dengan serangan yang dilancarkan ke sejumlah negara Teluk yang merupakan sekutu Amerika Serikat sebagai respons atas gelombang terbaru serangan Washington terhadap Teheran.

Aksi saling serang tersebut dinilai semakin mengancam keberlangsungan kesepakatan gencatan senjata sementara yang sebelumnya diharapkan dapat membuka jalan menuju penyelesaian konflik secara permanen.

Bca Juga: Lalu Lintas Selat Hormuz Berangsur Normal, Iran: Sudah Pulih 50 Persen

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengumumkan kembali menutup Selat Hormuz setelah melepaskan tembakan peringatan ke arah sebuah kapal yang diklaim melintasi jalur tanpa izin.

Dilaporkan AFP, penutupan Selat Hormuz diumumkan pada Minggu, 12 Juli 2026 waktu setempat. Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi IRNA, Garda Revolusi menyebut kapal tersebut terkena tembakan peringatan sebelum akhirnya dihentikan.

IRGC juga menuduh kapal tersebut berulang kali mengabaikan instruksi untuk menggunakan koridor pelayaran yang telah ditetapkan.

"Menyusul insiden ini, Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai berakhirnya intervensi Amerika di wilayah ini. Tidak akan ada kapal yang diizinkan melintas," tegas Garda Revolusi Iran.

Selain itu, Garda Revolusi memperingatkan akan menyerang "pangkalan musuh yang baru di wilayah tersebut" apabila kembali terjadi aksi militer yang ditujukan terhadap Iran.

x|close