Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas berbagai perkembangan di Timur Tengah, termasuk situasi yang berkaitan dengan Turki.
Percakapan yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026 malam itu juga menghasilkan kesepakatan antara Washington dan Tel Aviv untuk terus memperkuat koordinasi di berbagai bidang.
Berdasarkan pernyataan dari kantor Perdana Menteri Israel, Trump menyampaikan informasi terbaru kepada Netanyahu mengenai langkah-langkah yang sedang diambil Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Sementara itu, Netanyahu menyoroti pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beserta para sekutunya yang dinilai mengancam keberadaan Israel.
"Perdana Menteri, pada bagiannya, menyoroti keseriusan pernyataan yang dibuat (Presiden Turki Recep Tayyip) Erdogan dan para sekutunya terhadap keberadaan Negara Israel, serta perlunya menjaga zona keamanan di sepanjang perbatasan Israel," demikian keterangan kantor Netanyahu, seperti dikutip dari CNN, Sabtu, 11 Juli 2026.
Pembicaraan tersebut berlangsung tidak lama setelah Turki menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara yang dihadiri Trump bersama para pemimpin negara anggota aliansi tersebut.
Baca Juga: Netanyahu Bantah Trump Batasi Operasi Israel di Lebanon
Sebelumnya, Turki beberapa kali menuduh Israel telah merusak nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang ditandatangani pada Juni lalu. Hubungan Ankara dan Tel Aviv sendiri terus memburuk, terutama sejak Israel melancarkan operasi militer di Jalur Gaza, Palestina.
Pada pekan ini, Israel juga menyampaikan kekhawatiran atas kemungkinan penjualan jet tempur siluman F-35 buatan Amerika Serikat kepada Turki. Isu tersebut mencuat setelah Trump disebut membahasnya dalam KTT NATO.
Dalam wawancara eksklusif dengan CNN sebelumnya, Netanyahu juga melontarkan kritik terhadap Erdogan.
Ia menyebut Erdogan "bukan sekutu baik bagi Amerika Serikat."
Netanyahu juga mengatakan Presiden Turki itu "mengancam akan menghancurkan negara saya, satu-satunya negara Yahudi."
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) (Antara)