Ntvnews.id, Jakarta - Komite Perdagangan Senat Amerika Serikat (AS) dijadwalkan menggelar pemungutan suara pada 15 Juli terhadap rancangan undang-undang (RUU) bipartisan yang bertujuan memperketat larangan mobil buatan China memasuki pasar otomotif Negara Pama Sam tersebut.
Mengutip Reuters, Jumat (10/7/2026), RUU tersebut diajukan oleh Senator Partai Republik Bernie Moreno dari Ohio dan Senator Partai Demokrat Elissa Slotkin dari Michigan pada April lalu.
Aturan ini akan mengesahkan kebijakan yang sebelumnya diterapkan pemerintahan Presiden Joe Biden, yang secara efektif menutup akses produsen mobil China untuk menjual kendaraan penumpang di Amerika Serikat.
Baca Juga: China Hapus Insentif Pajak untuk Mobil Hybrid Mulai 2027, PHEV dan EREV Kena Dampak
Tak hanya itu, regulasi tersebut juga mencakup langkah-langkah tambahan guna mencegah China memperluas pengaruhnya di pasar kendaraan ringan AS.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah Amerika Serikat memperkuat keamanan nasional sekaligus melindungi industri otomotif dalam negeri dari potensi risiko yang berkaitan dengan teknologi dan rantai pasok asal China.
Ilustrasi. Mobil listrik buatan produsen mobil China, Xiaomi SU7. (Foto: Istimewa via ArenaEV)