Nissan Recall Hampir 1.000 Mobil, Sentra 2025 Bisa Bergerak Sendiri Saat Parkir, Rogue Juga Terdampak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 08:40
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Nissan Sentra 2025. (Foto: Istimewa via Carscoops) Nissan Sentra 2025. (Foto: Istimewa via Carscoops)

Ntvnews.id, Jakarta - Nissan mengumumkan penarikan kembali (recall) hampir 1.000 kendaraan akibat dua masalah teknis yang berbeda. 

Sebagian besar kendaraan yang terdampak adalah Nissan Sentra model 2025, sementara sebagian lainnya merupakan Nissan Rogue model 2022-2026 yang mengalami potensi gangguan pada sistem transmisi.

Mengutip Carscoops, Kamis (9/7/2026), kasus pertama melibatkan 946 unit Nissan Sentra 2025 yang diduga memiliki poros penggerak (drive shaft) yang tidak terpasang sempurna pada transmisi Continuously Variable Transmission (CVT). 

Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya tenaga penggerak, kebocoran oli transmisi, hingga risiko mobil bergerak sendiri meski sudah diparkir.

Nissan pertama kali mengetahui masalah tersebut pada musim gugur tahun lalu setelah seorang pelanggan menerima peringatan "CVT Reduced Power" saat berkendara. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, dealer menemukan suara tidak normal pada transmisi serta kebocoran cairan dari area poros depan sisi pengemudi.

Investigasi lebih lanjut mengungkap sumber masalah berasal dari proses produksi pemasok. Kesalahan pada peralatan manufaktur membuat ukuran ujung bantalan sedikit lebih besar dari spesifikasi sehingga poros penggerak tidak dapat terpasang secara sempurna.

Meski demikian, Nissan memperkirakan hanya sekitar 3,8 persen dari kendaraan yang ditarik kembali benar-benar mengalami cacat tersebut.

Hingga saat ini, perusahaan mencatat 13 klaim garansi, tiga laporan teknis, dan dua pengaduan konsumen terkait masalah tersebut. 

Tidak ada laporan kecelakaan maupun korban cedera akibat kondisi ini. Sebagai langkah perbaikan, dealer akan memeriksa posisi poros penggerak depan kiri pada kendaraan yang terdampak. 

Baca Juga: Bocoran Lengkap Hyundai Ioniq V, Sedan Listrik Bergaya Cyberpunk dengan Jarak Tempuh hingga 620 Km

Jika ditemukan pemasangan yang tidak sesuai, teknisi akan mengganti poros penggerak beserta rakitan transmisi CVT. 

Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu lebih dari 10 jam, sementara pemberitahuan kepada pemilik kendaraan akan mulai dikirim pada awal bulan depan.

Masalah Transmisi pada Nissan Rogue

Selain Sentra, Nissan juga menarik kembali 42 unit rakitan transmisi yang digunakan pada Nissan Rogue model tahun 2022 hingga 2026. 

Sebagian besar merupakan komponen hasil rekondisi yang diduga mengalami kerusakan perangkat keras internal.

Kerusakan tersebut dapat membuat sistem gagal menampilkan posisi gigi transmisi yang sedang digunakan, sehingga tidak memenuhi standar keselamatan kendaraan bermotor federal di Amerika Serikat (AS).

Masalah ini pertama kali ditemukan pada Januari lalu saat sebuah Nissan Rogue 2026 menjalani pemeriksaan kualitas di pabrik Nissan di Smyrna, Tennessee. 

Hasil investigasi menunjukkan adanya kegagalan perangkat keras pada sakelar penghambat di dalam rakitan katup kontrol transmisi yang menyebabkan gangguan sinyal ke Transmission Control Unit (TCU).

Akibatnya, ketika pengemudi memindahkan tuas transmisi ke posisi Netral, sistem dapat kehilangan informasi posisi gigi. 

Indikator transmisi di panel instrumen tidak akan tampil, bahkan transmisi berpotensi tetap terkunci di posisi netral.

Sejauh ini, Nissan telah menerima 48 laporan teknis dan 106 klaim garansi terkait masalah tersebut. Sebagai solusi, dealer akan memeriksa kode tanggal produksi pada rakitan katup kontrol transmisi. 

Jika komponen berasal dari batch yang bermasalah, unit tersebut akan diganti tanpa biaya kepada pemilik kendaraan.

x|close