Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah China resmi mengubah kebijakan insentif kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV).
Mulai 1 Januari 2027, kendaraan plug-in hybrid (PHEV) dan extended-range electric vehicle (EREV) tidak lagi menikmati pembebasan pajak kendaraan tahunan.
Kebijakan tersebut diumumkan bersama oleh Kementerian Keuangan, Administrasi Perpajakan Negara, serta Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.
Melansir ArenaEV, Senin (6/7/2026), langkah ini diambil karena pemerintah menilai industri kendaraan energi baru sudah cukup kuat untuk berkembang tanpa dukungan insentif besar.
Dampaknya, pemilik mobil hybrid, termasuk model populer seperti Li Auto L9, akan mulai dikenakan pajak tahunan.
Aturan baru ini juga berlaku bagi kendaraan komersial listrik berbasis baterai, seperti truk listrik, serta kendaraan berbahan bakar hidrogen.
Selain itu, China juga menghapus potongan pajak 50 persen bagi mobil bermesin bensin yang hemat bahan bakar. Mulai 2027, seluruh kendaraan tersebut akan dikenai tarif pajak normal.
Meski demikian, mobil listrik murni berbasis baterai (BEV) tetap dibebaskan dari pajak kendaraan tahunan.
Baca Juga: Perdana Menteri Jepang Ganti Mobil Dinas, Gunakan SUV Termewah Toyota Century
Pemerintah beralasan kendaraan listrik tidak memiliki mesin pembakaran maupun emisi gas buang sehingga tidak termasuk objek pajak tersebut.
Sebagai gambaran, pemilik mobil bensin bermesin 1,6 hingga 2,0 liter saat ini membayar pajak tahunan sekitar RMB 360-660 atau sekitar Rp953 ribu hingga Rp1,7 juta (¥1 = Rp2.650).
Setelah aturan baru berlaku, pemilik kendaraan hybrid dan kendaraan komersial yang sebelumnya bebas pajak juga wajib membayar pajak tahunan, terlepas dari kapan kendaraan dibeli.
China pertama kali memberikan insentif pajak kendaraan listrik pada 2012 untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan. Kebijakan tersebut terbukti sukses.
Pada 2025, penjualan kendaraan energi baru mencapai 16,49 juta unit, atau lebih dari 50 persen total penjualan mobil baru di China. Bahkan pada Mei 2026, pangsa pasar kendaraan energi baru telah menyentuh 62,9 persen.
Pemerintah China menilai sebagian besar mobil hybrid saat ini merupakan kendaraan premium dengan harga rata-rata sekitar RMB 218.000 (Rp577 juta), bahkan beberapa model dibanderol lebih dari RMB 1 juta (Rp2,6 miliar).
Karena itu, pengenaan pajak dinilai lebih adil sekaligus membantu menjaga penerimaan negara.
Selain alasan pemerataan pajak, kebijakan ini juga bertujuan mendukung pendanaan infrastruktur jalan. Selama ini, kendaraan listrik tidak berkontribusi melalui pajak bahan bakar, padahal tetap menggunakan jalan raya seperti kendaraan konvensional.
China hapus insentif pajak untuk mobil hybrid mulai 2027. (Foto: Istimewa via ArenaEV)