Tesla Tabrak Nenek hingga Tewas, Pengemudi Klaim Autopilot Aktif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 14:10
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Seorang wanita berusia 76 tahun tewas setelah sebuah mobil Tesla yang menggunakan mode autopilot menabrak rumahnya di Texas, Amerika Serikat. (Foto: Jennifer Barbour via Storyful/Fox News) Seorang wanita berusia 76 tahun tewas setelah sebuah mobil Tesla yang menggunakan mode autopilot menabrak rumahnya di Texas, Amerika Serikat. (Foto: Jennifer Barbour via Storyful/Fox News)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pria di Texas, Amerika Serikat (AS), didakwa atas tuduhan pembunuhan setelah mobil Tesla yang dikendarainya menabrak sebuah rumah di Katy dan menewaskan seorang nenek berusia 76 tahun.

Berdasarkan dokumen pengadilan, Michael David Butler (44) mengaku kepada penyidik dia mengemudikan Tesla Model 3 dengan fitur bantuan mengemudi Tesla aktif saat kecelakaan terjadi pada 19 Juni. 

Kepada paramedis, Butler juga menyebut kendaraan tersebut sedang menggunakan fitur Autopilot. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Tesla.

Korban, Martha Avila, berada di dalam rumah ketika mobil melaju kencang dan menghantam bangunan tersebut. 

Dia sempat diterbangkan menggunakan helikopter Life Flight ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kantor Sheriff Harris County mengonfirmasi Butler ditangkap pada Kamis (2/7/2026) dan resmi didakwa atas tuduhan pembunuhan.

Dalam surat pernyataan penangkapan disebutkan, Butler mengaku sedang mengantarkan pesanan DoorDash saat insiden terjadi. 

Dia mengatakan tengah mengatur musik melalui layar sentuh Tesla sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

Hasil penyelidikan menunjukkan mobil melaju hingga 73 mph (sekitar 117 km/jam), lebih dari dua kali lipat batas kecepatan yang berlaku di kawasan tersebut. 

Selain itu, penyidik menemukan pedal rem sama sekali tidak diinjak selama beberapa menit sebelum kecelakaan.

Baca Juga: Volkswagen Evaluasi Proyek Mobil Otonom, Investasi Rp30 Triliun Terancam Sia-Sia

Pihak sheriff menyatakan Butler gagal mempertahankan kendaraannya tetap berada di jalur, hingga akhirnya keluar dari jalan dan menghantam sisi rumah korban.

Rekaman kamera bel pintu Ring memperlihatkan mobil melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak rumah.

Dalam keterangannya kepada penyidik, Butler membantah mengalami gangguan kesehatan maupun mengonsumsi alkohol atau narkoba sebelum kecelakaan.

Sementara itu, Tesla membantah pernyataan Butler mengenai penggunaan fitur Autopilot. 

CEO Tesla, Elon Musk, menegaskan kendaraan yang menggunakan mode Full Self-Driving (FSD) seharusnya melaju dengan kecepatan rendah di kawasan permukiman.

Kepala divisi AI Tesla, Ashok Elluswamy, juga menyatakan sistem bantuan mengemudi telah dinonaktifkan secara manual oleh Butler.

"Dalam kasus ini, pengemudi secara manual mengesampingkan fitur mengemudi otomatis dengan menekan pedal gas hingga 100 persen di area perumahan," tulis Elluswamy melalui akun X, seperti dikutip dari Fox News, Jumat (3/7/2026).

Media lokal KHOU-TV melaporkan Butler menghadiri sidang penetapan penyebab penahanan pada Kamis (2/7/2026). 

Hakim menetapkan uang jaminan sebesar US$150.000, memerintahkan Butler mengenakan alat pemantau elektronik di pergelangan kaki, serta melarangnya mengemudikan kendaraan selama proses hukum berlangsung.

Di sisi lain, keluarga Martha Avila telah mengajukan gugatan terhadap Tesla. 

Mereka menuding perusahaan lalai karena gagal memperingatkan konsumen mengenai dugaan cacat pada sistem bantuan mengemudi, yang disebut turut berkontribusi terhadap kecelakaan fatal tersebut.

x|close