Ini 4 Teknologi New Xforce HEV yang Bikin Berbeda dari Mobil Hybrid Lain

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 16:30
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Mitsubishi membekali Mitsubishi New Xforce HEV dengan EV Mode dan Charge Mode. (Foto: Adiantoro/NTV) Mitsubishi membekali Mitsubishi New Xforce HEV dengan EV Mode dan Charge Mode. (Foto: Adiantoro/NTV)

Ntvnews.id, Jakarta - Mobil hybrid semakin diminati karena menawarkan perpaduan antara efisiensi mesin bensin dan respons cepat motor listrik. 

Kendati sama-sama mengusung teknologi elektrifikasi, setiap pabrikan memiliki pendekatan berbeda dalam merancang sistem hybrid.

Salah satunya ditawarkan Mitsubishi melalui New Xforce HEV (Hybrid Electric Vehicle). SUV ini mengandalkan sistem elektrifikasi yang memadukan mesin bensin khusus, motor listrik, baterai, serta transmisi 2-speed transaxle yang dikendalikan secara elektronik.

Sistem tersebut dirancang agar seluruh komponen dapat bekerja secara terintegrasi dan menentukan sumber tenaga yang paling sesuai dengan kondisi berkendara. 

Hasilnya, New Xforce HEV menawarkan karakter berkendara yang menggabungkan efisiensi bahan bakar, respons akselerasi, serta kenyamanan berkendara.

Menariknya, Mitsubishi juga membekali New Xforce HEV dengan EV Mode dan Charge Mode

Kedua fitur tersebut membantu mengoptimalkan penggunaan energi listrik sekaligus memberikan fleksibilitas lebih saat berkendara sehari-hari.

Dominasi penggerak motor listrik juga membuat kabin terasa lebih senyap. Pengemudi turut dimanjakan dengan electric shifter yang dirancang untuk memberikan pengoperasian transmisi yang ringkas dan presisi.

Lantas, apa saja yang membuat teknologi New Xforce HEV berbeda dari mobil hybrid lainnya?

1. Mesin Bensin Khusus dengan Siklus Atkinson

Salah satu komponen penting pada sistem hybrid New Xforce HEV adalah mesin bensinnya. Mitsubishi menggunakan mesin berkode 4A92 berkapasitas 1.600 cc, 4-silinder DOHC MIVEC yang bekerja dengan siklus Atkinson.

Mesin ini dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik sistem hybrid. Berbeda dengan mesin konvensional yang umumnya menggunakan siklus Otto, mesin Atkinson mempertahankan katup intake terbuka lebih lama selama fase kompresi.

Konsep tersebut membuat sebagian campuran udara dan bahan bakar kembali menuju manifold. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi kerja mesin sekaligus mengurangi pumping loss yang umum terjadi pada mesin dengan siklus Otto.

Dengan karakter tersebut, mesin bensin dapat bekerja lebih efisien dan berperan optimal sebagai bagian dari sistem hybrid New Xforce HEV.

Baca Juga: Mitsubishi Percaya Diri Hadapi Gempuran Merek Mobil di GIIAS 2026, Andalkan Xforce HEV

2. Menggunakan Transmisi 2-Speed Transaxle

Keunikan lain New Xforce HEV terletak pada penggunaan transmisi 2-speed transaxle. Mengapa dua tingkat rasio dibutuhkan?

Pasalnya, kebutuhan tenaga kendaraan berbeda pada kecepatan rendah dan tinggi. Dengan dua rasio, sistem hybrid memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan penggunaan mesin bensin maupun motor listrik sesuai kondisi berkendara.

Pada kecepatan tertentu, sistem dapat melakukan perpindahan sumber penggerak secara otomatis. 

Motor listrik dapat diputus ketika kendaraan melaju pada kecepatan tinggi dan sistem beralih menggunakan mesin bensin tanpa mengganggu kenyamanan berkendara.

Teknologi tersebut memungkinkan New Xforce HEV mengoptimalkan efisiensi dan performa pada berbagai rentang kecepatan.

3. EV Mode Bisa Digunakan pada Kecepatan Lebih Tinggi

Salah satu daya tarik New Xforce HEV adalah EV Mode yang tidak sekadar ditujukan untuk kondisi berkendara pada kecepatan rendah.

Selama kondisi sistem memungkinkan, kendaraan dapat memanfaatkan motor listrik sebagai sumber penggerak pada kecepatan yang lebih tinggi. 

Karakter motor listrik memberikan respons akselerasi yang cepat berkat torsi instan, sekaligus membuat pengalaman berkendara terasa lebih senyap.

Mitsubishi menyebut EV Mode pada New Xforce HEV dapat mencapai kecepatan hingga 121 km/jam dalam kondisi tertentu dan untuk jarak tertentu.

Kemampuan tersebut juga telah diperlihatkan oleh pereli nasional Rifat Sungkar saat melakukan pengujian New Xforce HEV dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bali.

4. Charge Mode, Isi Daya Tanpa Bergantung SPKLU

Fitur lain yang menjadi pembeda New Xforce HEV adalah Charge Mode. Sesuai namanya, mode ini memungkinkan sistem mengisi daya baterai ketika kendaraan sedang digunakan. 

Ketika Charge Mode diaktifkan, mesin bensin dapat bekerja untuk menghasilkan energi yang digunakan mengisi baterai.

Dengan demikian, pengemudi dapat menjaga ketersediaan energi listrik selama perjalanan tanpa harus mencari sumber pengisian eksternal seperti SPKLU.

Fitur ini memberikan fleksibilitas tersendiri, terutama ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh atau ketika akses ke fasilitas pengisian daya eksternal terbatas.

Teknologi Hybrid yang Terintegrasi

New Xforce HEV tidak hanya mengandalkan mesin bensin dan motor listrik secara bersamaan. 

Mitsubishi merancang sistem hybrid yang mengintegrasikan mesin Atkinson, motor listrik, baterai, dan transmisi 2-speed dalam satu sistem yang dikontrol secara elektronik.

Kombinasi tersebut memungkinkan New Xforce HEV menghadirkan karakter berkendara yang responsif melalui motor listrik sekaligus menjaga efisiensi penggunaan bahan bakar melalui kerja mesin bensin yang dioptimalkan.

Dengan EV Mode, Charge Mode, mesin Atkinson, serta transmisi 2-speed transaxle, New Xforce HEV menawarkan pendekatan teknologi hybrid yang berbeda dan dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan berkendara di berbagai kondisi.

HIGHLIGHT

x|close