Ntvnews.id, Jakarta - Mazda mulai mempercepat langkahnya di pasar kendaraan listrik (EV).
Setelah sempat tertinggal dari sejumlah kompetitor, pabrikan Jepang ini kini menyiapkan lebih banyak mobil listrik dengan memanfaatkan kemitraannya bersama Changan di China.
Saat ini, mengutip Carscoops, Jumat (2/10/2026), Mazda telah memasarkan Mazda 6e/EZ-6 dan CX-6e/EZ-60 di sejumlah pasar. Kedua model tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan basis kendaraan Changan, yakni Deepal L07 dan Deepal S07.
Strategi ini memungkinkan Mazda menekan biaya dan mempercepat pengembangan mobil listrik. Meski menggunakan platform Changan, Mazda tidak sekadar mengganti logo.
Tim teknik Mazda dari Jepang dan Eropa terlibat dalam pengembangan kedua model tersebut untuk menyesuaikan karakter dan standar Mazda.
Direktur Pelaksana Mazda Australia, Vinesh Bhindi, mengatakan permintaan kendaraan listrik semakin meningkat, salah satunya dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar di tengah konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, konsumen kini semakin melihat mobil listrik sebagai pilihan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Konsumen mulai menerima kendaraan listrik sebagai pilihan yang layak dalam gaya hidup mereka," kata Bhindi kepada Go Auto.
Baca Juga: Mazda Siapkan Perombakan Besar 4 SUV Andalannya, Ada Perubahan Mesin hingga Interior
Mazda juga telah mulai berdiskusi dengan Changan mengenai peluang menghadirkan model kendaraan listrik lainnya.
"Kemitraan kami selama 20 tahun dengan Changan Automotive di Nanjing adalah kemitraan yang kuat. Kami telah mulai membicarakan peluang lain yang mungkin ada," ujar Bhindi.
Mazda Berpeluang Hadirkan SUV Listrik Lebih Kecil
Salah satu kemungkinan model baru Mazda adalah SUV listrik berukuran lebih kecil dari CX-6e. Model tersebut berpotensi menggunakan basis Deepal S05, SUV listrik yang telah dipasarkan Changan di China.
Deepal S05 menggunakan platform EPA1 yang sama dengan Deepal S07. Platform tersebut berpotensi menjadi dasar bagi Mazda untuk mengembangkan SUV listrik yang lebih kompak dan terjangkau.
Sebelumnya, Mazda mengembangkan 6e dan CX-6e dengan memanfaatkan basis kendaraan Changan, tetapi proses produksinya dilakukan di fasilitas berbeda.
Mazda juga melibatkan tim engineering dari Jepang dan Eropa dalam proses pengembangan.
Jika rencana ini berlanjut, kemitraan Mazda dan Changan dapat menjadi salah satu kunci bagi Mazda untuk memperluas portofolio kendaraan listriknya, khususnya di pasar China dan sejumlah pasar internasional.
Ilustrasi. The All-New Mazda 6e Fastback. (Foto: Adiantoro/NTV)