BMW Pangkas Biaya dan Andalkan AI untuk Bangkit, Siapkan Dua Model Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 11:12
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
BMW i4 terlihat selama konferensi pers tahunan perusahaan di Munich, Jerman, 21 Maret 2018. (Foto: Dok/Michael Dalder/Reuters) BMW i4 terlihat selama konferensi pers tahunan perusahaan di Munich, Jerman, 21 Maret 2018. (Foto: Dok/Michael Dalder/Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - BMW menyiapkan strategi baru untuk memulihkan kinerja bisnis dan kepercayaan investor. 

Produsen mobil mewah asal Jerman ini mengandalkan pemangkasan biaya, penyederhanaan struktur manajemen, kecerdasan buatan (AI), serta peluncuran dua model baru.

Mengutip Reuters, Kamis (1/10/2026), langkah tersebut dilakukan di tengah tekanan yang semakin besar terhadap industri otomotif Eropa, mulai dari melemahnya permintaan, persaingan ketat dengan produsen China, hingga dampak tarif Amerika Serikat (AS).

Tekanan terhadap BMW semakin terasa setelah perusahaan mengeluarkan peringatan laba ketiga dalam lebih dari tiga tahun pada Juni lalu. Kondisi pasar China yang melemah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja perusahaan.

BMW kemudian menyiapkan program pengurangan karyawan yang diperkirakan berdampak terhadap sekitar 8.000 pekerjaan di Jerman. Langkah ini mengikuti strategi penghematan yang juga ditempuh sejumlah pesaing, termasuk Volkswagen dan Mercedes-Benz.

Saham BMW pun telah kehilangan lebih dari sepertiga nilainya dalam setahun terakhir dan berada di level terendah dalam lebih dari enam tahun.

Strategi pemulihan tersebut dipaparkan BMW dalam acara investor selama dua hari di Gut Schwaerzenbach, Bavaria, serta kantor pusat perusahaan di Munich.

Targetkan Margin Naik Mulai 2028

BMW menetapkan target margin bisnis otomotif inti sebesar 3% hingga 5% pada 2028. Memasuki awal 2030-an, perusahaan menargetkan margin kembali berada di kisaran 8% hingga 10%, dibandingkan 2,3% pada hasil terakhir.

BMW juga menargetkan pengurangan hingga 20% pada divisi dan posisi manajemen terkait pada pertengahan 2027.

AI akan menjadi salah satu teknologi utama dalam proses transformasi tersebut. BMW akan memanfaatkannya untuk menyederhanakan struktur organisasi, mempercepat pengambilan keputusan, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Baca Juga: BMW Bocorkan Seri 3 Generasi Baru, Dibekali Mesin Bertenaga 437 HP

CEO BMW Milan Nedeljković mengatakan strategi tersebut disiapkan agar perusahaan mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang.

"Ini bukan program penghematan biaya," kata Nedeljković, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala produksi dan mulai menjadi CEO BMW pada Mei lalu.

BMW Siapkan Strategi Berbeda di Tiap Pasar

Selain melakukan restrukturisasi, BMW juga mengubah strategi produknya sesuai karakteristik masing-masing pasar.

Di Eropa, BMW berencana menghadirkan mobil listrik (EV) kelas entry-level mulai 2028. Sementara di Amerika Serikat, perusahaan akan menyasar konsumen kelas atas melalui SUV mewah baru.

Strategi BMW di China juga akan diperkuat. Perusahaan berencana meningkatkan lokalisasi produksi dan lebih banyak bekerja sama dengan mitra lokal untuk teknologi seperti sistem pengemudian otonom dan perangkat lunak terintegrasi.

BMW bahkan tengah menjajaki kemungkinan mengekspor kendaraan yang diproduksi di China ke pasar Asia Tenggara.

"Dalam kondisi yang semakin menantang, kami telah menetapkan langkah-langkah awal untuk memposisikan diri kembali dan akan menerapkannya dengan momentum yang kuat," ujar Nedeljković.

Dia juga mengakui BMW belum dapat memprediksi seberapa cepat perubahan pasar China akan berlangsung. Karena itu, perusahaan memilih bersikap hati-hati dalam menyusun proyeksi bisnis.

Produsen mobil Barat memang menghadapi perubahan besar di pasar China. Konsumen semakin banyak beralih ke merek domestik, sehingga penjualan merek asing ikut tertekan di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.

Di sisi lain, tarif AS turut menambah tekanan bagi produsen otomotif global. Namun, BMW memiliki tingkat paparan yang relatif berbeda karena perusahaan memiliki fasilitas produksi di Spartanburg, Carolina Selatan.

x|close