Nusantara Investment Forum 2026: Strategi Smart Capital untuk Dorong Ekonomi Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Okt 2026, 10:45
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Nusantara Investment Forum 2026 Nusantara Investment Forum 2026 (NTV)

Ntvnews.id, Jakarta - Nusantara TV menggelar Nusantara Investment Forum 2026 pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Forum diskusi yang berlangsung pukul 13.00-17.00 WIB ini mempertemukan regulator, investor, dan pelaku industri untuk membahas arah investasi serta peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 2030.

Mengusung tema "Smart Capital, Strong Nation", Nusantara Investment Forum 2026 menjadi ruang strategis untuk membangun kepercayaan pasar, membuka peluang investasi, sekaligus memperkuat ekosistem investasi di Indonesia.

Tahun 2026 menjadi periode penting bagi perkembangan investasi global. Indonesia berada dalam posisi strategis di tengah perubahan ekonomi dunia, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang telah melampaui USD1,5 triliun.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar modal Indonesia yang berada di kisaran Rp13.000 triliun hingga Rp14.000 triliun menunjukkan besarnya potensi untuk memperdalam pasar keuangan dan memperluas peluang investasi.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyebut tren positif investasi pada 2025 turut mendorong capaian realisasi investasi di atas target nasional.

"Tren positif investasi 2025 mendorong capaian di atas target nasional, dengan realisasi investasi mencapai Rp1.931,2 triliun," ujar Rosan Roeslani.

Meski prospek investasi tetap terbuka, pasar modal masih menghadapi tantangan berupa volatilitas yang dipengaruhi perkembangan ekonomi global.

Kondisi tersebut mencerminkan adanya penyesuaian terhadap tekanan eksternal serta perubahan ekspektasi investor.

Tiga Sesi Bahas Masa Depan Investasi Indonesia

Dalam pelaksanaannya, Nusantara Investment Forum 2026 menghadirkan tiga sesi utama yang membahas berbagai aspek investasi dan transformasi ekonomi.

Sesi I: "Mobilizing Smart Capital for Indonesia's Next Growth Engine" akan membahas strategi mobilisasi modal untuk mendukung sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia berikutnya.

Sesi II: "Red Market, Golden Opportunity" mengangkat bagaimana gejolak pasar dapat dihadapi sekaligus dimanfaatkan sebagai momentum dalam mengambil peluang investasi.

Sesi III: "Power of Capital, Winning the Future Economy" membahas peran modal dalam mendorong ekonomi masa depan, termasuk melalui green capital, transformasi industri, dan sektor-sektor ekonomi baru.

Hadirkan Regulator, Pemerintah, Bursa, hingga Pelaku Industri

Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh dari pemerintah, regulator, pasar modal, dan industri keuangan.

Randy Monthonaro Tampubolon, Direktur Utama Nusantara TV/Direktur NT Corp, akan menyampaikan Opening Remarks. Sementara Farid Azhar Nasution, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, akan memberikan Closing Remarks.

Sejumlah pembicara yang turut hadir antara lain Suahasil Nazara (Menteri Keuangan), Hasan Fawzi (Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon serta Anggota OJK) dan Jeffry Hendrik (Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia).

Selain itu, forum juga menghadirkan Ichsan Zulkarnaen (Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM), Diaz Hendropriyono (Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup), serta M. Arif Budiman (Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Efek dan Lembaga Penunjang OJK)

Dari sektor keuangan dan pasar modal, hadir pula Robert Leonard Marbun (Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan RI), Arief Budiman (Managing Director of Finance Danantara), Iding Pardi (Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia), serta Aline Wiratmaja (Certified Financial Planner dan Financial Digital Creator).

Melalui rangkaian diskusi tersebut, Nusantara Investment Forum 2026 menjadi forum untuk membahas perkembangan investasi Indonesia, dinamika pasar modal, strategi menghadapi volatilitas global, serta peluang pembiayaan bagi transformasi ekonomi dan pertumbuhan Indonesia menuju 2030.

x|close