Ntvnews.id, Beijing - Presiden China Xi Jinping menyatakan kesiapannya untuk terus bekerja sama dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara agar berkembang secara sehat, stabil, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dilansir dari Anadolu, Senin, 6 Juli 2026, Pernyataan tersebut disampaikan Xi dalam pesan balasan atas ucapan selamat yang dikirimkan Kim Jong-un pada peringatan ke-105 berdirinya Partai Komunis China (CCP).
Dalam pesannya, Xi menyampaikan apresiasi atas ucapan selamat dari Kim. Ia juga menegaskan bahwa Partai Pekerja Korea dan Partai Komunis China sama-sama merupakan partai berhaluan Marxis yang memegang pemerintahan di negara masing-masing.
"Saya siap memimpin hubungan Tiongkok-Korea Utara menuju perkembangan yang sehat, stabil, dan berjangka panjang, serta mendorong perkembangan jangka panjang perjuangan sosialisme di kedua negara," ujar isi pesan Xi.
Baca Juga: Presiden Korsel Minta Trump Bantu Buka Jalan Dialog dengan Kim Jong Un
Hubungan antara Beijing dan Pyongyang dalam beberapa waktu terakhir memang menunjukkan tren penguatan, terutama melalui peningkatan komunikasi politik di tingkat pimpinan tertinggi kedua negara.
Pada Juni lalu, Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari ke Pyongyang. Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama Xi ke Korea Utara dalam kurun tujuh tahun terakhir dan dipandang sebagai langkah penting dalam mempererat hubungan strategis kedua negara.
Selain itu, pada tahun ini China dan Korea Utara juga memperingati 65 tahun penandatanganan Traktat Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik China-Korea Utara yang ditandatangani pada 11 Juli 1961.
Perjanjian tersebut selama beberapa dekade menjadi salah satu fondasi utama hubungan diplomatik, politik, dan keamanan antara Beijing dan Pyongyang, serta mencerminkan eratnya hubungan historis kedua negara.
Presiden China Xi Jinping dan melakukan pembicaraan bilateral dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un di Wisma Negara Kumsusan, Pyongyang, Senin, 8 Juni 2026. (Antara)