Korsel Kerahkan Jet Tempur usai Lebih dari 10 Pesawat Militer China-Rusia Lalu-lalang di Wilayah Udaranya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jun 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi. Bendera Korea Selatan (Korsel). (Foto: Istimewa) Ilustrasi. Bendera Korea Selatan (Korsel). (Foto: Istimewa)

Ntvnews.id, Seoul - Militer Korea Selatan melaporkan bahwa lebih dari 10 pesawat militer milik China dan Rusia terdeteksi memasuki zona pertahanan udara negara tersebut pada Sabtu, 27 Juni 2026. Menanggapi situasi itu, Seoul segera mengerahkan sejumlah jet tempur sebagai langkah antisipasi.

Menurut keterangan Kepala Staf Gabungan militer Korea Selatan, sebagaimana dilaporkan AFP, pesawat-pesawat militer dari Beijing dan Moskow tersebut sempat memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea atau KADIZ di wilayah Laut Timur dan Laut Selatan, sebelum akhirnya meninggalkan area tersebut.

"Militer Korea Selatan mendeteksi pesawat-pesawat China dan Rusia sebelum mereka memasuki zona tersebut dan mengerahkan sejumlah jet tempur Angkatan Udara untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan situasi darurat," demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan militer Korea Selatan, dikutip dari Yonhap, Minggu, 28 Juni 2026.

Meski demikian, otoritas pertahanan Korea Selatan menegaskan bahwa pesawat-pesawat militer China dan Rusia tidak memasuki wilayah udara kedaulatan Korea Selatan.

South Korea menjelaskan bahwa zona pertahanan udara bukan merupakan wilayah udara berdaulat, melainkan area identifikasi yang digunakan negara untuk memantau pesawat asing yang mendekati wilayahnya demi kepentingan keamanan nasional.

Baca Juga: Luar Biasa! Motor Uap Ini Berakselerasi Secepat Jet Tempur

Secara umum, pesawat militer asing diharapkan memberikan pemberitahuan sebelum memasuki zona pertahanan udara suatu negara. Namun, pemberitahuan tersebut tidak diatur sebagai kewajiban berdasarkan hukum internasional.

Hingga saat ini, pemerintah China dan Russia belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan yang disampaikan Seoul.

Insiden serupa juga pernah terjadi pada Desember 2025, ketika Korea Selatan dan Jepang menyampaikan protes keras setelah sembilan pesawat militer China dan Rusia memasuki zona pertahanan udara kedua negara tersebut.

Ilustrasi - Jet tempur Angkatan Udara Inggris Typhoon Eurofighter mendemonstrasikan pencegatan pesawat angkatan udara Belgia saat mereka terbang di atas Inggris, Selasa 14 Januari 2020, sebagai bagian dari latihan NATO untuk menghalangi pesawat Rusia <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Jet tempur Angkatan Udara Inggris Typhoon Eurofighter mendemonstrasikan pencegatan pesawat angkatan udara Belgia saat mereka terbang di atas Inggris, Selasa 14 Januari 2020, sebagai bagian dari latihan NATO untuk menghalangi pesawat Rusia (Antara)

Pada saat itu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan melayangkan protes diplomatik kepada Beijing dan Moskow, sementara Japan menyatakan "kekhawatiran serius" terkait implikasi insiden tersebut terhadap keamanan nasionalnya.

Sebagai tanggapan, China dan Rusia menjelaskan bahwa penerbangan pesawat militer mereka merupakan bagian dari patroli gabungan rutin di wilayah Laut Timur dan kawasan barat Samudra Pasifik.

Peristiwa terbaru ini kembali menyoroti meningkatnya aktivitas militer bersama antara China dan Rusia di kawasan Asia Timur, yang terus menjadi perhatian negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan tersebut.

x|close