Ntvnews.id, Caracas - Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, China, dan Spanyol, bergerak cepat menawarkan bantuan kepada Venezuela setelah negara tersebut diguncang dua gempa bumi berkekuatan besar pada Rabu, 24 Juni 2026 malam waktu setempat.
Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 dengan pusat gempa berada di San Felipe, Negara Bagian Yaracuy. Tidak lama berselang, sekitar 39 detik kemudian, gempa kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 kembali mengguncang wilayah tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan telah menjalin koordinasi dengan otoritas Venezuela untuk mempercepat pengiriman bantuan darurat, terutama di sektor kesehatan dan kemanusiaan.
"Kami berkomunikasi dengan pihak berwenang dan sedang mengerahkan bantuan," tulis Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, melalui platform X.
Landau menggambarkan bencana tersebut sebagai peristiwa yang "menghancurkan". Hingga kini, sedikitnya 32 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa tersebut, sementara jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya proses pencarian dan evakuasi.
Tim penyelamat saat ini masih berupaya menemukan korban yang diduga terjebak di bawah puing-puing bangunan yang runtuh akibat guncangan kuat tersebut.
Mengutip Reuters, pejabat Kementerian Luar Negeri AS Jeremy Lewin mengatakan pihaknya telah mengaktifkan tim bantuan bencana serta satuan tugas khusus untuk mengatur distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.
Baca Juga: Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan 32 Orang, Ratusan Luka-Luka
"Bekerja sama dengan mitra kami di pemerintahan sementara Venezuela, Amerika Serikat akan mengirim tim pencarian dan penyelamatan, pasokan medis dan kemanusiaan, serta berbagai sumber daya lainnya pada hari-hari krusial setelah bencana alam tragis ini," ujarnya.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Caracas juga memastikan seluruh personelnya telah terdata dan berada dalam kondisi aman.
Selain Washington, Beijing turut menyatakan kesiapannya membantu Venezuela menghadapi dampak gempa. Pada Kamis, 25 Juni 2026, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menegaskan pemerintahnya siap memberikan dukungan yang diperlukan.
Ia menyampaikan bahwa China akan melakukan berbagai langkah yang memungkinkan untuk membantu Venezuela melewati masa darurat pascabencana. Guo juga menyebut hingga kini belum ada laporan warga negara China yang menjadi korban tewas maupun terluka akibat gempa tersebut.
Ilustrasi dua gempa besar di Venezuela. (Antara)
Dukungan serupa datang dari Spanyol. Pemerintah negara itu menyatakan siap menyalurkan bantuan darurat serta mendukung proses penanganan bencana yang sedang berlangsung.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez melalui akun X menyampaikan solidaritas kepada rakyat Venezuela yang terdampak bencana.
"Spanyol dan saya secara pribadi menyampaikan dukungan penuh kepada rakyat Venezuela setelah gempa bumi dahsyat yang terjadi malam ini. Pikiran kami bersama para korban dan keluarga mereka," tulisnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares menegaskan bahwa Madrid siap mengirimkan berbagai bantuan darurat yang dibutuhkan guna membantu upaya pemulihan dan penanganan korban di Venezuela.
VIDEO: Venezuela Dihantam Gempa M 7,2, Bangunan-bangunan Hancur Ribuan Orang Tewas (DOK)