Ntvnews.id, Jakarta - Produsen otomotif asal Prancis, Renault, berencana memangkas sekitar 800 posisi di divisi tekniknya di Prancis hingga akhir 2027.
Dikutip dari Reuters, Kamis (25/6/2026), langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan daya saing di tengah tekanan yang semakin besar dari produsen mobil China.
Kepala Sumber Daya Manusia Renault Prancis, Maximilien Fleury, mengatakan pengurangan tenaga kerja akan dilakukan melalui program pemutusan hubungan kerja (PHK) sukarela.
Saat ini, divisi teknik Renault di Prancis mempekerjakan sekitar 5.500 karyawan.
Baca Juga: Inovasi Terbaru CATL Pangkas Ketebalan Baterai EV, Mobil Listrik Sport Jadi Lebih Aerodinamis
Menurut Fleury, kebijakan tersebut masih dalam tahap perencanaan dan ditujukan untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis perusahaan di masa mendatang.
Sementara itu, Chief Technology Officer Renault, Philippe Brunet, menjelaskan langkah efisiensi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, khususnya dari produsen otomotif asal China yang terus memperkuat posisinya di pasar global.
Renault saat ini tengah fokus meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat inovasi teknologi agar tetap kompetitif di tengah transformasi industri otomotif dunia yang bergerak menuju elektrifikasi dan digitalisasi.
Ilustrasi. Logo Renault. (Foto: Reuters)