Ntvnews.id, Tangerang - Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2026. Tren ini turut memperkuat posisi PT Toyota-Astra Motor (TAM) sebagai salah satu pemain utama di segmen kendaraan elektrifikasi nasional.
Toyota kini menguasai lebih dari 65 persen pangsa pasar Hybrid Electric Vehicle (HEV) di Indonesia. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan dengan teknologi elektrifikasi.
Hingga saat ini, Toyota dan Lexus telah memiliki 29 model kendaraan elektrifikasi yang mencakup hampir seluruh segmen pasar.
Portofolio tersebut kembali bertambah pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026) melalui kehadiran tiga model terbaru, yakni All New Hilux BEV, New Land Cruiser HEV, dan bZ4X Touring.
Secara keseluruhan, Toyota menghadirkan 15 model kendaraan elektrifikasi di booth-nya pada GIIAS 2026.
Kehadiran berbagai teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi Toyota dalam menawarkan pilihan kendaraan elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide, mengatakan Toyota menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam gelaran GIIAS 2026.
"Di booth Toyota, kami menampilkan total 15 model kendaraan elektrifikasi," ujar Hiroyuki Oide di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi elektrifikasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi yang sedang ramai diperbincangkan atau banyak diluncurkan oleh industri otomotif.
Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan teknologi tersebut benar-benar sesuai dan dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia.
Selama 55 tahun berkiprah di Indonesia, Toyota mengaku terus mendengarkan kebutuhan masyarakat dan beradaptasi dengan berbagai perkembangan, termasuk tren elektrifikasi.
"Teknologi mana yang sedang paling ramai dibicarakan atau banyak diluncurkan? Tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar cocok digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia," kata Hiroyuki Oide.
Perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia sendiri menunjukkan peningkatan yang cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data yang disampaikan Toyota, komposisi penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia meningkat dari 2,69 persen atau sekitar 20.694 unit menjadi 27 persen dengan penjualan 117.074 unit.
Baca Juga: Jusuf Hamka Pesan 61 Toyota Land Cruiser FJ di GIIAS 2026, Siap Batalkan Jika Tak Dikirim Pertama
Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari kebijakan dan insentif pemerintah, meningkatnya penerimaan masyarakat, hingga semakin banyaknya merek otomotif yang menawarkan kendaraan elektrifikasi di pasar Indonesia.
Di tengah perkembangan tersebut, Toyota tetap konsisten menerapkan strategi multi-pathway atau multi-jalur. Strategi ini memungkinkan Toyota menawarkan berbagai pilihan teknologi kendaraan elektrifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasar.
Toyota juga terus menunjukkan dominasinya di pasar otomotif global. Berdasarkan data Januari-Mei 2026, Toyota Motor Corporation, termasuk Lexus, namun tidak mencakup Daihatsu dan Hino, membukukan penjualan global sebanyak 4.140.444 unit.
Raihan tersebut semakin menegaskan posisi Toyota sebagai produsen otomotif dengan penjualan terbesar di dunia. Untuk enam tahun berturut-turut, Toyota berhasil mempertahankan gelar tersebut, sekaligus mengungguli sejumlah raksasa otomotif global lainnya.
Di bawah Toyota, Volkswagen Group mencatat penjualan 3.180.886 unit, diikuti Hyundai Kia Automotive Group dengan 2.892.972 unit, Stellantis sebanyak 2.345.787 unit, dan BYD Auto dengan 1.775.442 unit.
"Secara global, Toyota mencatat penjualan lebih dari 4,1 juta unit sepanjang Januari hingga Mei 2026," ungkapnya.
Sementara itu, di pasar Indonesia, Toyota masih mempertahankan posisinya sebagai market leader pada semester pertama 2026. Toyota mencatat total penjualan sebanyak 133.932 unit dengan pangsa pasar (market share) mencapai 30,7 persen.
Tidak hanya penjualan kendaraan secara keseluruhan yang mencatatkan kinerja positif. Penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota juga mengalami pertumbuhan signifikan.
Pada periode Januari-Juni 2026, Toyota membukukan penjualan kendaraan elektrifikasi sebanyak 28.166 unit. Angka tersebut meningkat sekitar 66,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Dari sisi komposisi penjualan, kendaraan elektrifikasi kini menyumbang sekitar 21 persen dari total penjualan Toyota di Indonesia," sebut Hiroyuki Oide.
Artinya, dari setiap lima kendaraan Toyota yang terjual pada semester pertama 2026, sekitar satu unit di antaranya telah menggunakan teknologi elektrifikasi.
"Pencapaian ini sekaligus menempatkan Toyota sebagai merek otomotif dengan penjualan kendaraan elektrifikasi terbanyak di Indonesia," tukasnya.
Dengan tren pasar yang terus berkembang, Toyota melihat elektrifikasi bukan sekadar fenomena sementara, melainkan bagian penting dari perubahan industri otomotif Indonesia.
Strategi multi-pathway pun menjadi pendekatan Toyota untuk menghadirkan beragam pilihan teknologi elektrifikasi yang dapat menjangkau kebutuhan konsumen di berbagai wilayah dan segmen.
Toyota kini menguasai lebih dari 65 persen pangsa pasar Hybrid Electric Vehicle (HEV) di Indonesia. (Foto: Adiantoro/NTV)