Oli Palsu Kembali Beredar, Begini Cara Konsumen Memastikan Keaslian Produk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 13:15
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Produk oli palsu kini semakin sulit dibedakan dari barang asli karena kemasan dibuat menyerupai produk resmi hingga ke detail terkecil. (Foto: Istimewa) Produk oli palsu kini semakin sulit dibedakan dari barang asli karena kemasan dibuat menyerupai produk resmi hingga ke detail terkecil. (Foto: Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus terbongkarnya pabrik oli palsu berbahan oli bekas di Cengkareng, Jakarta Barat, pada awal September 2026 kembali menjadi peringatan bagi konsumen. 

Produk palsu kini semakin sulit dibedakan dari barang asli karena kemasan dibuat menyerupai produk resmi hingga ke detail terkecil.

Kondisi tersebut membuat konsumen membutuhkan cara yang lebih praktis untuk memastikan keaslian produk sebelum membelinya. 

Menjawab tantangan itu, QTRUST, perusahaan teknologi anti-pemalsuan asal Jakarta, mengajak masyarakat memanfaatkan SeQure, teknologi autentikasi produk berbasis kode QR berpaten.

Melalui teknologi ini, konsumen dapat memeriksa keaslian produk hanya menggunakan kamera ponsel, tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Kerugian Akibat Produk Palsu Mencapai Rp291 Triliun

Ancaman peredaran produk palsu bukan persoalan kecil. Studi Dampak Pemalsuan terhadap Perekonomian Indonesia yang dilakukan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) bersama Institute for Economic Analysis of Law & Policy Universitas Pelita Harapan mencatat kerugian ekonomi akibat produk palsu mencapai Rp291 triliun.

Pemalsuan juga disebut berdampak terhadap lebih dari 2 juta kesempatan kerja. Pelumas dan suku cadang otomotif menjadi salah satu kategori yang mendapat perhatian dalam studi tersebut, selain kosmetik, farmasi, makanan, dan minuman.

"Pemalsuan hari ini bukan lagi soal kemasan yang jelek dan mudah dikenali. Pemalsu meniru kemasan sampai ke detail terkecil, dan yang menanggung akibatnya adalah konsumen: mesin rusak, garansi ditolak, bahkan risiko kesehatan. Kami ingin konsumen punya cara yang sederhana dan pasti untuk membuktikan keaslian sebelum membeli - cukup scan, tanpa perlu menjadi ahli," ujar Mario, CEO QTRUST.

Satu Kode QR untuk Satu Produk

QTRUST menjelaskan, SeQure berbeda dari kode QR biasa yang relatif mudah difoto, disalin, kemudian dicetak ulang.

Setiap produk yang dilindungi SeQure memiliki kode QR unik untuk setiap unit produk. Kode tersebut dilengkapi lapisan pengaman anti-salin berpaten atau QR Copyproof, dengan paten IDS000004556.

Teknologi tersebut dirancang untuk mengenali kode yang merupakan hasil fotokopi, pemindaian ulang, maupun cetak ulang ketika dilakukan proses verifikasi.

Konsumen cukup mengarahkan kamera ponsel ke kode QR pada kemasan. Tidak perlu memasang aplikasi maupun melakukan registrasi.

Dalam hitungan detik, sistem akan menampilkan status produk, antara lain produk asli dan belum pernah dipindai, produk asli tetapi sudah pernah dipindai sebelumnya, serta kode tidak dikenali.

Informasi tersebut dapat menjadi indikator penting bagi konsumen. Misalnya, kode asli yang ternyata sudah dipindai berulang kali di berbagai lokasi dapat menjadi tanda bahwa kode tersebut telah disalin dan digunakan pada produk lain.

Produsen Bisa Mendeteksi Titik Rawan Pemalsuan

Tidak hanya membantu konsumen, sistem SeQure juga memberikan manfaat bagi produsen. Setiap aktivitas pemindaian dapat tercatat berdasarkan waktu dan wilayah.

Data tersebut memungkinkan produsen melihat pola distribusi produk sekaligus mendeteksi aktivitas yang tidak wajar.

Sebagai contoh, kode yang sama dipindai di dua kota berbeda pada hari yang sama atau terjadi lonjakan pemindaian di luar wilayah distribusi resmi dapat menjadi indikasi adanya penyalahgunaan atau pemalsuan.

Informasi tersebut dapat membantu produsen memetakan titik rawan peredaran produk palsu dan mengambil langkah penindakan bersama pihak berwenang.

Baca Juga: Mau Coba Off-Road tapi Masih Bingung? Ini 5 Tips Pemula dari Pereli Dakar Julian Johan

SeQure Sudah Digunakan di Sektor Otomotif

Teknologi SeQure telah diterapkan pada produk pelumas dan suku cadang otomotif di ekosistem Astra Honda Motor (AHM). Teknologi tersebut juga dipercaya oleh Astra Motor, Astra Daihatsu, dan MPM.

Di jaringan dealer, pemindaian dapat dilakukan oleh konsumen maupun petugas bengkel resmi sebagai bagian dari proses layanan. Dengan demikian, produk yang diduga palsu dapat disaring sebelum digunakan pada kendaraan pelanggan.

"Otomotif adalah sektor yang paling terasa dampaknya karena oli dan suku cadang palsu langsung berhubungan dengan keselamatan di jalan. Kami mulai dari sana, dan kini teknologi yang sama siap dipakai oleh merek di sektor lain yang menghadapi masalah serupa - dari kosmetik, suplemen, hingga produk konsumen sehari-hari," lanjut Mario.

QTRUST mengimbau konsumen lebih teliti sebelum membeli oli maupun produk lain yang dilengkapi sistem autentikasi SeQure. (Foto: Istimewa) QTRUST mengimbau konsumen lebih teliti sebelum membeli oli maupun produk lain yang dilengkapi sistem autentikasi SeQure. (Foto: Istimewa)

Cek Keaslian Produk Tanpa Aplikasi

Bagi konsumen, salah satu keunggulan SeQure adalah proses verifikasi yang sederhana. Pemeriksaan dapat dilakukan secara gratis, tanpa aplikasi dan tanpa registrasi.

Pada merek tertentu, proses pemindaian juga dapat terintegrasi dengan registrasi garansi resmi maupun program loyalitas. Dengan begitu, konsumen tidak hanya mendapatkan kepastian mengenai keaslian produk, tetapi juga bisa memperoleh manfaat tambahan.

Sementara bagi pemilik merek, penerapan SeQure tidak mengharuskan perubahan besar pada lini produksi. Label keamanan dapat ditempel pada tahap akhir pengemasan atau kode keamanan dicetak langsung pada kemasan.

Produsen kemudian mendapatkan data mengenai lokasi produk dipindai, frekuensi pemindaian, hingga indikasi anomali. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki jalur distribusi, melakukan penindakan, sekaligus menjaga reputasi merek.

3 Langkah Mudah Cek Oli dan Produk Asli

QTRUST mengimbau konsumen lebih teliti sebelum membeli oli maupun produk lain yang dilengkapi sistem autentikasi SeQure. Berikut langkah yang dapat dilakukan:

1. Cari kode QR keamanan

Periksa kemasan dan cari kode QR keamanan. Pada produk yang menggunakan SeQure, kode biasanya terdapat pada label pengaman atau segel kemasan.

2. Scan menggunakan kamera ponsel

Arahkan kamera ponsel ke kode QR. Konsumen tidak perlu mengunduh aplikasi untuk melakukan verifikasi.

Pastikan alamat situs yang terbuka merupakan domain resmi produsen atau QTRUST/SeQure. Hindari membuka tautan pendek atau alamat situs yang tidak dikenal.

3. Periksa hasil verifikasi

Perhatikan status yang ditampilkan sistem. Jika kode tidak dikenali atau tercatat telah dipindai berkali-kali dari lokasi berbeda, konsumen disarankan tidak membeli produk tersebut.

Temuan tersebut juga dapat dilaporkan kepada produsen melalui kanal resmi. QTRUST mengingatkan, pemalsu kini tidak hanya meniru kemasan produk, tetapi juga dapat membuat halaman verifikasi palsu dengan alamat situs yang menyerupai domain resmi.

Karena itu, konsumen disarankan tidak hanya melihat tampilan halaman setelah melakukan pemindaian, tetapi juga memeriksa alamat situs atau domain yang muncul.

Dengan langkah sederhana tersebut, konsumen memiliki cara tambahan untuk memastikan produk yang dibeli benar-benar asli dan menghindari risiko yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan oli maupun produk palsu.

x|close