BYD Perkuat Investasi di Indonesia, Siapkan Manufaktur Baterai dan TKDN 60 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 20:50
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao (kiri) dan Head of PR & Government Relation PT BYD Motor Indonesia Luther T. Panjaitan. (Foto: Adiantoro/NTV) President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao (kiri) dan Head of PR & Government Relation PT BYD Motor Indonesia Luther T. Panjaitan. (Foto: Adiantoro/NTV)

Ntvnews.id, Subang - PT BYD Motor Indonesia terus memperkuat komitmennya membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. 

Setelah meresmikan pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat, BYD kini menyiapkan pengembangan manufaktur yang berkaitan dengan baterai.

President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan investasi BYD di Indonesia tidak akan berhenti pada fasilitas produksi kendaraan. 

Perusahaan juga berencana mengembangkan sejumlah kegiatan manufaktur dan perakitan yang berkaitan dengan baterai.

Hal tersebut disampaikan Eagle Zhao di sela-sela peresmian pabrik kendaraan listrik BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, keberadaan pabrik di Indonesia menjadi bagian penting dari strategi BYD untuk mendukung produksi kendaraan sekaligus memperkuat industri otomotif nasional.

"Kami dengan cepat menyadari pentingnya kehadiran sebuah pabrik kami di Indonesia untuk mendukung produksi produk-produk kami untuk Indonesia," ujar Eagle Zhao.

Dia menjelaskan, BYD secara bertahap akan membangun fasilitas manufaktur yang semakin lengkap, mulai dari proses stamping, welding, painting hingga assembling.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kandungan lokal pada kendaraan BYD yang diproduksi di Indonesia.

Perusahaan juga tengah menyiapkan sejumlah proses perakitan yang berkaitan dengan manufaktur baterai.

"Hal ini sangat menegaskan bahwa komitmen ini adalah juga untuk industri otomotif. Tanpa proses yang menyeluruh dari produksi, kita tidak bisa bilang bahwa suatu produk sepenuhnya buatan Indonesia," katanya.

"Kami juga merencanakan untuk melakukan beberapa pekerjaan perakitan (assembly) yang berkaitan dengan manufaktur baterai," lanjut Eagle Zhao.

Baca Juga: Menperin Bawa Salam Prabowo untuk Bos BYD Saat Resmikan Pabrik di Subang

BYD Targetkan TKDN 60 Persen pada 2027

Sejalan dengan pengembangan fasilitas produksi, BYD membidik peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen mulai 2027.

Eagle Zhao optimistis target tersebut dapat tercapai seiring dengan berbagai persiapan yang saat ini dilakukan perusahaan.

"Tahun 2027, kami pasti akan menjadi yang pertama berdiri mendukung TKDN yang akan menjadi 60 persen. Dengan persiapan saat ini, kami sangat optimistis untuk pemenuhan TKDN bisa dihasilkan mulai Januari 2027, (sudah) mencapai 60 persen," ungkapnya.

BYD juga memastikan akan terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Pengembangan tersebut diarahkan untuk melengkapi ekosistem kendaraan listrik, termasuk memperluas kegiatan manufaktur di dalam negeri.

"Kami berupaya untuk dapat menghadirkan lebih banyak dan melengkapi ekosistem yang kami miliki di Indonesia. Jadi sabar ditunggu saja, kita akan menyaksikan lagi perkembangan dari investasi BYD di Indonesia," tutur Eagle Zhao.

Pabrik BYD Subang Berkapasitas 150.000 Unit per Tahun

Pabrik BYD di Subang saat ini memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Kapasitas tersebut masih berpeluang ditingkatkan sesuai dengan perkembangan bisnis perusahaan di Indonesia.

"Kami memiliki kemampuan kapasitas sebesar 150.000 unit dan kami juga punya kemampuan untuk memperbesar," jelas Eagle Zhao.

Fasilitas tersebut akan memproduksi sejumlah model kendaraan BYD, di antaranya BYD Atto 1, M6 EV, dan M6 DM. Ke depan, pabrik Subang juga diproyeksikan memproduksi kendaraan dari lini premium BYD, yakni Denza.

"Kami juga akan terus melahirkan produk-produk baru dan juga jajaran produk baru dari pabrik ini baik untuk BYD maupun Denza," tambahnya.

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, BYD juga berencana menjadikan fasilitas produksi di Subang sebagai salah satu basis ekspor.

"Kami ingin menggunakan dan memanfaatkan fasilitas ini sebagai hub ekspor. Made in Indonesia, untuk Indonesia, dan juga ekspor dari Indonesia," kata Eagle Zhao.

Dia menambahkan, BYD ingin terus memanfaatkan teknologi yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri kendaraan listrik nasional.

Dengan pengembangan fasilitas manufaktur kendaraan, peningkatan TKDN, hingga rencana pengembangan kegiatan yang berkaitan dengan baterai, BYD semakin menunjukkan keseriusannya menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis penting pertumbuhan perusahaan di kawasan Asia Tenggara.

x|close