Kenali Perbedaan HEV, PHEV, dan REEV pada Chery Super Hybrid

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 17:45
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Mengenal perbedaan HEV, PHEV, dan REEV pada Chery Super Hybrid. (Foto: Dok/Istimewa) Mengenal perbedaan HEV, PHEV, dan REEV pada Chery Super Hybrid. (Foto: Dok/Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Chery J6T CSH menjadi salah satu model yang memperkuat lini elektrifikasi Chery di Indonesia. 

Diperkenalkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, SUV ini mengusung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) yang menawarkan pengalaman berkendara layaknya mobil listrik dengan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 kilometer.

REEV merupakan salah satu dari tiga teknologi elektrifikasi dalam Chery Super Hybrid (CSH), bersama Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Meski sama-sama memadukan mesin bensin, baterai, dan motor listrik, ketiganya memiliki mekanisme kerja berbeda.

"Elektrifikasi tidak hadir hanya dalam satu bentuk teknologi. Melalui Chery Super Hybrid, kami menghadirkan pilihan HEV, PHEV, dan REEV dengan keunggulannya masing-masing," ujar Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit.

Tiga Teknologi Chery Super Hybrid

1. Hybrid Electric Vehicle (HEV)

Pada sistem Hybrid Electric Vehicle (HEV), mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja bergantian maupun bersamaan.

Baterai diisi melalui pengereman regeneratif dan kerja mesin sehingga tidak membutuhkan pengisian daya dari sumber listrik eksternal.

Teknologi ini cocok bagi konsumen yang ingin mendapatkan efisiensi bahan bakar tanpa perlu mengubah kebiasaan pengisian kendaraan.

2. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

Berbeda dengan HEV, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menggunakan baterai berkapasitas lebih besar yang dapat diisi dari sumber listrik eksternal.

Mobil dapat melaju menggunakan tenaga listrik murni untuk jarak tertentu. Ketika daya baterai berkurang, mesin bensin mengambil alih untuk mendukung perjalanan jarak jauh.

3. Range-Extended Electric Vehicle (REEV)

Sementara itu, Range-Extended Electric Vehicle (REEV) menjadikan motor listrik sebagai penggerak utama roda.

Mesin bensin tidak menggerakkan roda secara langsung, melainkan berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik tambahan.

Dengan sistem ini, pengemudi tetap mendapatkan sensasi berkendara elektrik, sekaligus memiliki fleksibilitas lebih saat menempuh perjalanan jauh.

Baca Juga: Chery Q, Compact EV dengan Kabin Luas dan Fitur Praktis

Cara Kerja REEV pada Chery J6T CSH

Pada Chery J6T CSH, motor listrik menggerakkan roda secara eksklusif. Ketika kapasitas baterai mencapai batas tertentu, mesin bensin secara otomatis mengaktifkan generator untuk memasok energi listrik.

Mekanisme tersebut membuat J6T CSH mampu menggabungkan karakter berkendara mobil listrik dengan fleksibilitas kendaraan bermesin bensin.

Chery J6T CSH menawarkan sejumlah keunggulan dari sistem REEV, antara lain:

- Jarak listrik hingga 190 km

J6T CSH mampu menempuh hingga 190 kilometer (NEDC) menggunakan tenaga listrik murni. Kemampuan ini mendukung kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.

- Jarak tempuh lebih dari 1.000 km

Untuk perjalanan lebih jauh, kombinasi baterai dan generator memungkinkan J6T CSH memiliki daya jelajah gabungan lebih dari 1.000 kilometer.

- Tenaga 428 PS

J6T CSH mengusung three-motor architecture yang terdiri dari dua motor listrik pada sistem intelligent All-Wheel Drive (iWD) serta satu motor-generator yang terhubung dengan mesin 1.5L Turbo.

Sistem tersebut menghasilkan tenaga hingga 428 PS dan torsi 505 Nm, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,5 detik.

- Dilengkapi fitur Tank Turn

SUV ini juga memiliki Tank Turn Feature atau Turn Pro Function yang memungkinkan kendaraan melakukan putaran dengan radius sangat kecil. Fitur tersebut berguna saat bermanuver di area sempit maupun medan off-road.

- 8+1 mode berkendara

Untuk menghadapi berbagai kondisi jalan, J6T CSH dibekali 8+1 mode berkendara. Sistem iWD membantu mengatur distribusi tenaga, sementara suspensi H-arm aluminium mendukung stabilitas dan kenyamanan di permukaan jalan yang tidak rata.

Dengan hadirnya HEV, PHEV, dan REEV, Chery Super Hybrid menawarkan pendekatan elektrifikasi yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna. 

J6T CSH melalui teknologi REEV menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan sensasi berkendara mobil listrik sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

Kombinasi jarak tempuh lebih dari 1.000 km, three-motor architecture, tenaga 428 PS, dan sistem iWD membuat Chery J6T CSH menyasar konsumen yang membutuhkan SUV elektrifikasi untuk penggunaan harian sekaligus perjalanan touring dan petualangan.

x|close