Bakom: Pemerintah Gelontorkan Rp6,26 Triliun untuk Program Magang dan Pelatihan Vokasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 16:37
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk mendukung pelaksanaan Program Magang Nasional 2026 dan pelatihan vokasi yang ditujukan bagi lulusan SMK maupun pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah pada triwulan II dan semester II tahun 2026.

"Sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi triwulan II dan semester II tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp6,26 triliun, yang terdiri atas Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta dan Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi yang diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK," kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Kurnia, dana sebesar Rp4,14 triliun yang dialokasikan untuk Program Magang Nasional akan digunakan untuk memberikan uang saku kepada 150 ribu peserta selama enam bulan masa magang. Nilai uang saku yang diterima peserta akan disesuaikan dengan besaran upah minimum yang berlaku di masing-masing daerah.

Baca Juga: Belanja Subsidi Naik Lagi, Pemerintah Anggarkan Rp318,9 Triliun di 2026

Selain untuk uang saku, anggaran tersebut juga dipakai untuk membiayai sertifikasi kompetensi, pelatihan, pendampingan mentor selama program berlangsung, serta kebutuhan operasional yang terintegrasi melalui platform digital Maganghub milik Kementerian Ketenagakerjaan.

Pemerintah juga membuka peluang penerapan skema pembiayaan bersama dengan perusahaan mitra yang terlibat dalam program tersebut. Dalam skema itu, sebagian biaya atau gaji peserta magang dapat ditanggung oleh pihak perusahaan.

"Dengan kemungkinan formulasi tertentu yang saat ini masih dalam tahap pembahasan," tuturnya.

Baca Juga: Pemprov Jatim Anggarkan Rp800 Miliar untuk Sukseskan Program MBG

Program Magang Nasional dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan sekitar 50 ribu peserta dapat bergabung dalam gelombang pertama.

Pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai target keseluruhan sebanyak 150 ribu peserta di berbagai wilayah Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close