Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan 32 Orang, Ratusan Luka-Luka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jun 2026, 14:57
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Alat pendeteksi gempa dan gelombang tsunami Ilustrasi - Alat pendeteksi gempa dan gelombang tsunami (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta — Venezuela dilanda gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah utara negara itu pada Rabu, 24 Juni 2026, waktu setempat. Pemerintah sementara Venezuela melaporkan sedikitnya 32 orang meninggal dunia dan sekitar 700 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan angka tersebut merupakan data awal korban yang berhasil dihimpun oleh otoritas setempat setelah gempa besar mengguncang sejumlah wilayah.

Menurut laporan para seismolog, gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi di dekat Kota San Felipe, ibu kota Negara Bagian Yaracuy. Sekitar 40 detik kemudian, gempa kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 kembali mengguncang kawasan tenggara Kota Yumare.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by warungjurnalis (@warungjurnalis)

Peristiwa ini tercatat sebagai gempa bumi terbesar yang pernah melanda Venezuela sekaligus yang terkuat dalam 125 tahun terakhir.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer dengan episentrum terletak di sebelah barat wilayah pesisir Moron.

Guncangan kuat dirasakan hingga ibu kota Caracas dan menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah bahkan ambruk. Tim penyelamat kini terus bekerja di berbagai lokasi terdampak untuk mencari korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Baca Juga: Gempa Guncang Venezuela, Tiga Tewas dan Status Darurat Nasional Ditetapkan

USGS memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa berpotensi meningkat secara signifikan. Dalam estimasi awalnya, lembaga tersebut memperkirakan korban meninggal dapat mencapai ribuan orang, dengan rentang antara 10 ribu hingga 100 ribu jiwa apabila kerusakan yang terjadi lebih luas dari laporan awal.

Delcy Rodriguez menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah operasi penyelamatan dan evakuasi korban. Otoritas setempat mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak di bangunan dan rumah yang runtuh akibat gempa.

Tim tanggap darurat bersama aparat keamanan dan relawan terus melakukan pencarian di wilayah-wilayah yang mengalami dampak paling parah. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Hingga kini, proses pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung, sementara bantuan kemanusiaan mulai disalurkan ke sejumlah daerah yang terdampak bencana.

x|close