Ntvnews.id, Kyiv - Ketegangan di kawasan timur Ukraina kembali memanas setelah Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya melakukan serangan udara presisi yang menargetkan sejumlah fasilitas militer strategis Ukraina.
Dilasir dari AFP, Senin, 22 Juni 2026, serangan yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 itu disebut menghantam pusat penyimpanan dan produksi pesawat nirawak (drone) milik militer Ukraina yang berada di wilayah barat laut Kota Kharkiv.
Dalam keterangan resminya, Moskow menyebut operasi tersebut dilakukan oleh pesawat tempur pembom multiperan SU-34M milik Angkatan Udara Rusia. Video yang dipublikasikan pemerintah Rusia memperlihatkan kepulan asap tebal membumbung dari sebuah bangunan usai serangan terjadi.
Menurut Rusia, fasilitas yang menjadi sasaran merupakan pusat penyimpanan utama kendaraan udara tak berawak (UAV) Ukraina sekaligus gudang yang menampung komponen penting untuk proses perakitan drone.
Baca Juga: Usai Damai dengan Iran, Trump Serukan Rusia dan Ukraina Segera Capai Kesepakatan Juga
Selain menargetkan infrastruktur pendukung drone, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengungkapkan adanya pertempuran sengit di sejumlah lokasi lain di wilayah Kharkiv. Rusia mengklaim telah menyerang formasi tempur yang terdiri atas dua brigade mekanis Angkatan Bersenjata Ukraina dan satu brigade pertahanan teritorial.
Menurut laporan tersebut, operasi militer Rusia difokuskan pada beberapa kawasan yang dijadikan titik pertahanan oleh pasukan Ukraina, termasuk di daerah Starytsya dan Kozacha Lopan.
Sementara itu, hingga saat ini pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim Rusia mengenai penghancuran fasilitas produksi drone di pinggiran Kharkiv. Meski belum mengomentari insiden tersebut, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan bahwa situasi udara pada malam yang sama berlangsung sangat intens.
Militer Ukraina menyebut Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan drone ke berbagai wilayah negara itu. Dalam laporannya, Ukraina menyatakan sebanyak 99 drone diluncurkan Rusia sepanjang malam pada 20 Juni, menandai meningkatnya eskalasi konflik di tengah perang yang masih berlangsung.
Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. (Antara)