Ntvnews.id, Bern - Kementerian Luar Negeri Swiss menegaskan bahwa negaranya masih akan menjadi tuan rumah perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara digital.
Pemerintah Swiss menyebutkan bahwa pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan resor Burgenstok pada Jumat, 19 Juni 2026.
"Sesuai dengan situasi saat ini, rencananya masih tetap agar AS dan Iran, bersama dengan mediator Pakistan dan Qatar serta negara-negara lain yang terlibat, bertemu besok di Buergenstock untuk negosiasi awal tentang implementasi perjanjian tersebut," demikian dikutip dari Reuters, Jumat, 19 Juni 2026.
Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Swiss belum memberikan informasi lebih rinci mengenai agenda maupun format pertemuan yang akan digelar.
Sebelumnya, Burgenstok direncanakan menjadi lokasi upacara penandatanganan MoU oleh delegasi Amerika Serikat dan Iran. Namun, agenda tersebut berubah setelah dokumen fisik kesepakatan ditandatangani langsung oleh masing-masing kepala negara pada Rabu (17/6) di sela pelaksanaan KTT G7 di Prancis.
Baca Juga: Deretan Faktor yang Buat Israel Tolak Kesepakatan Damai AS-Iran
Pernyataan pemerintah Swiss muncul setelah Iran mengisyaratkan bahwa pertemuan di negara Eropa tersebut tidak lagi diperlukan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Massoud Pezeshkian menandatangani MoU.
Trump menandatangani salinan fisik dokumen itu saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Versailles. Lokasi tersebut dikenal memiliki nilai historis karena menjadi tempat lahirnya sejumlah perjanjian penting dunia.
"Sudah ditandatangani," kata Trump usai meninggalkan Versailles. Kunjungan Trump ke Prancis untuk menghadiri pertemuan puncak G7 yang digelar pada 15-17 Juni.
Seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa setelah Trump membubuhkan tanda tangannya, pemerintah AS segera mengirimkan foto dokumen tersebut kepada pihak Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Antara)
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga telah menandatangani dokumen yang sama atas nama pemerintah Iran. Dalam foto yang dipublikasikan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Pezeshkian terlihat memegang MoU yang telah ditandatangani dirinya dan Trump.
Dokumen kesepahaman tersebut memuat sejumlah poin penting, termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi terhadap Iran, pemberian dana rekonstruksi dari Amerika Serikat pascaperang, serta pengaturan mengenai masa depan program nuklir Iran.
Selain menjadi landasan kesepakatan awal, MoU itu juga diharapkan menjadi pijakan utama bagi proses negosiasi lanjutan antara Washington dan Teheran guna mencapai penyelesaian permanen atas konflik yang terjadi.
Dengan masih dijadwalkannya pertemuan di Swiss, proses diplomasi kedua negara diperkirakan akan berfokus pada pembahasan teknis terkait implementasi berbagai poin yang telah disepakati dalam nota kesepahaman tersebut.
Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu)