Ntvnews.id, Trump - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyerukan penyelesaian konflik antara Rusia dan Ukraina setelah tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri ketegangan dengan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam rangkaian KTT G7 di Prancis.
Dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 18 Juni 2026, Trump menegaskan komitmennya untuk melakukan berbagai upaya guna mengakhiri perang yang telah berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Menurutnya, Moskow perlu segera mencapai kesepakatan damai dengan Kyiv.
"Saya akan melakukan apa pun yang saya bisa," kata Trump kepada wartawan di KTT di Evian-les-Bains dekat perbatasan Swiss, Selasa, 16 Juni 2026.
Trump menilai konflik tersebut telah menelan terlalu banyak korban jiwa, terutama dari kalangan generasi muda yang bertempur di kedua kubu.
"Lihat, Rusia harus membuat kesepakatan," katanya.
Presiden AS itu juga mengklaim telah berperan dalam menyelesaikan sejumlah konflik internasional sebelumnya. Ia bahkan menyebut perang Rusia-Ukraina sebagai salah satu konflik yang paling mudah untuk diakhiri melalui jalur diplomasi.
"Saya telah menyelesaikan delapan perang. Ini adalah perang yang menurut saya akan paling mudah diselesaikan," kata dia.
Baca Juga: Donald Trump Optimistis Selat Hormuz Kembali Dibuka Penuh Mulai Jumat
Zelenskyy diketahui bergabung dalam sesi pembahasan bersama negara-negara anggota G7 pada Selasa pagi. Forum tersebut dihadiri Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, serta Uni Eropa. Di sela-sela agenda, Zelenskyy juga melakukan pembicaraan dengan Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Usai pertemuan itu, Zelenskyy menjelaskan bahwa pembahasan difokuskan pada penguatan sistem pertahanan udara Ukraina serta langkah-langkah diplomatik untuk menghentikan agresi Rusia.
"Fokus utamanya adalah memperkuat pertahanan udara untuk Ukraina dan memajukan diplomasi, untuk membuat Rusia mengakhiri perangnya," tulis Zelenskyy di X setelah pertemuan tersebut.
"Perdamaian dibutuhkan," ujarnya.
Presiden AS Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat 18 Agustus 2025. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. (Antara)
Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa negaranya memperoleh sejumlah komitmen penting dari para pemimpin G7, termasuk dukungan tambahan di sektor pertahanan dan bantuan menghadapi musim dingin.
"Lebih banyak rudal pertahanan udara beserta lisensi untuk memproduksinya, paket dukungan musim dingin, dan meningkatkan tekanan pada Rusia. Yang penting, AS siap memberikan dukungan di seluruh upaya ini," tulisnya.
"Sangat penting bahwa semua yang dibahas diimplementasikan. Rusia harus belajar bahwa perangnya tidak akan pernah dinormalisasi. Saya berterima kasih kepada semua orang yang membantu," tambahnya.
Baca Juga: Trump Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Telah Ditandatangani, Selat Hormuz Dibuka Penuh Jumat
Sementara itu, para diplomat Eropa menggambarkan suasana pertemuan berlangsung positif dan konstruktif. Mereka menilai posisi Ukraina saat ini lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Situasi berbalik bagi Ukraina. Situasi di tahun 2026 sangat berbeda dari tahun 2025. Ukraina dengan berani mempertahankan garis depan," tulis Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di X.
"Kelelahan Rusia terlihat jelas. Inilah saatnya untuk melipatgandakan dukungan kita," pungkasnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat 1 Mei 2026.(ANTARA/Anadolu/pri) (Antara)