Gelombang Panas Ekstrem Terjang Negara Arab, Suhu Bisa Tembus 50 Derajat Celcius

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 11:19
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Jumlah jamaah calon haji Indonesia. Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa 12 Mei 2026. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI hingga hari ke-22 operasional penyelenggaraan haji ju Jumlah jamaah calon haji Indonesia. Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa 12 Mei 2026. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI hingga hari ke-22 operasional penyelenggaraan haji ju (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gelombang panas ekstrem diperkirakan akan melanda sebagian besar kawasan Arab dalam beberapa hari ke depan. Fenomena ini dipicu oleh sistem tekanan tinggi yang menetap dan diperkuat oleh heat dome atau kubah panas, sehingga menyebabkan suhu udara di sejumlah wilayah diprediksi mendekati bahkan menembus 50 derajat Celsius.

Berdasarkan model cuaca, sekitar 10 negara Arab diperkirakan terdampak kondisi tersebut. Selain memicu suhu siang hari yang sangat tinggi, pola cuaca ini juga berpotensi menyebabkan malam hari tetap terasa panas serta meningkatkan peluang hujan deras di beberapa wilayah pada periode berikutnya.

Dikutip dari Gulf News, wilayah yang diperkirakan mengalami kondisi paling ekstrem berada di Semenanjung Arab dan Irak. Daerah yang diprediksi mencatat suhu tertinggi meliputi Kuwait, wilayah timur Arab Saudi, kawasan pedalaman dan gurun Uni Emirat Arab (UAE), serta Baghdad. Suhu di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 50 derajat Celsius, bahkan berpotensi lebih tinggi di beberapa lokasi.

Fenomena panas ekstrem ini dipicu oleh penguatan punggungan tekanan tinggi di lapisan atas atmosfer yang dikenal sebagai heat dome. Sistem tersebut memerangkap udara panas di dekat permukaan bumi sekaligus menghambat pembentukan awan. Akibatnya, panas terus terakumulasi sehingga suhu dapat bertahan pada level sangat tinggi selama beberapa hari berturut-turut.

Dampak gelombang panas juga diperkirakan meluas hingga kawasan Levant. Di Suriah, suhu diprediksi menjadi yang tertinggi di luar Semenanjung Arab, terutama di wilayah timur dan daerah gurun, dengan temperatur yang mendekati 40 derajat Celsius.

Baca Juga: Kebakaran di Perbatasan Situbondo-Bondowoso Hanguskan 4 Hektare Hutan

Sementara itu, Yordania, Lebanon, dan Palestina diperkirakan mengalami cuaca panas hingga sangat panas. Meski demikian, kawasan pegunungan di negara-negara tersebut diperkirakan masih memiliki suhu yang relatif lebih sejuk dibanding wilayah dataran rendah.

Peringatan mengenai cuaca ekstrem ini muncul ketika badan meteorologi di sejumlah negara Timur Tengah menyatakan bahwa periode panas yang sedang berlangsung kemungkinan bertahan hingga pekan depan. Seiring kondisi tersebut, sejumlah pemerintah juga mengeluarkan imbauan kesehatan agar masyarakat menghindari paparan sinar matahari dalam waktu lama, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas pada jam-jam terpanas.

Di Uni Emirat Arab, suhu ekstrem bahkan telah tercatat. Pusat Meteorologi Nasional (NCM) melaporkan suhu tertinggi di negara itu pada Sabtu mencapai 50,0 derajat Celsius di wilayah Al Shawamekh, Abu Dhabi, sekitar pukul 14.30 waktu setempat.

Meski suhu diperkirakan tetap berada pada level sangat tinggi, NCM menyebut pola cuaca tersebut juga berpotensi memicu pembentukan awan konvektif di wilayah timur dan selatan UAE pada awal pekan depan. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memicu hujan lokal pada Senin dan Selasa sore.

Sementara itu, Arab Saudi diproyeksikan mengalami suhu yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata, tidak hanya dalam beberapa hari ke depan tetapi juga sepanjang Agustus, September, hingga Oktober, berdasarkan prakiraan Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi.

Prakiraan iklim terbaru untuk tiga bulan mendatang menunjukkan peluang 60 hingga 80 persen terjadinya suhu di atas normal di sebagian besar wilayah Arab Saudi. Bahkan, anomali suhu diperkirakan mencapai 2,5 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang pada Agustus dan Oktober.

HIGHLIGHT

x|close