Suhu Korea Selatan Pecahkan Rekor Tembus 42,5 Derajat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 07:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gelombang Panas Gelombang Panas (Istimewa)

Ntvnews.id, Seoul - Korea Selatan mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah pencatatan meteorologi negara tersebut. Badan Meteorologi Korea (Korea Meteorological Administration/KMA) melaporkan temperatur di Kota Yangsan mencapai 42,5 derajat Celsius pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekaligus memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama lebih dari 100 tahun.

Dilansir dari Yonhap, Senin, 3 Agustus 2026, temperatur ekstrem itu tercatat pada pukul 13.26 waktu setempat. Yangsan, yang terletak di bagian tenggara Korea Selatan, menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak gelombang panas. Suhu di kota tersebut bahkan bertahan di atas 40 derajat Celsius selama lima hari berturut-turut hingga Minggu.

Gelombang panas juga menyelimuti sebagian besar wilayah Korea Selatan. Beberapa kota mencatat suhu mulai dari akhir 30 derajat Celsius hingga lebih dari 39 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat pemerintah menerbitkan peringatan gelombang panas di sejumlah daerah.

Pada Minggu, lebih dari 20 wilayah ditetapkan dalam status peringatan darurat gelombang panas. Kategori tersebut merupakan sistem baru yang mulai diberlakukan pemerintah Korea Selatan pada 2026 untuk mengantisipasi peningkatan suhu ekstrem.

Peringatan darurat itu dikeluarkan ketika sebuah wilayah diperkirakan mengalami suhu yang dirasakan tubuh atau heat index hingga 38 derajat Celsius, atau suhu udara aktual mencapai 39 derajat Celsius, setidaknya selama satu hari.

Baca Juga: Gelombang Panas Tewaskan Lebih dari 3.800 Orang di Spanyol

Berdasarkan data KMA yang dikutip AFP, rata-rata jumlah hari dengan gelombang panas di Korea Selatan dalam lima tahun terakhir meningkat lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan kondisi pada dekade 1970-an.

Pada era 1970-an, Korea Selatan rata-rata hanya mengalami sekitar delapan hari gelombang panas dalam setahun. Kini, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 19 hari setiap tahun.

KMA menetapkan suatu hari sebagai hari gelombang panas apabila suhu maksimum mencapai minimal 33 derajat Celsius. Adapun istilah malam tropis merujuk pada kondisi ketika temperatur terendah pada malam hari tidak turun di bawah 25 derajat Celsius.

Kenaikan temperatur tersebut membuat masyarakat harus menghadapi kondisi panas ekstrem sepanjang siang hingga malam. Situasi ini turut meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi.

Ilustrasi suhu panas (pixabay/ geralt) <b>(Pixabay )</b> Ilustrasi suhu panas (pixabay/ geralt) (Pixabay )

Para ilmuwan telah berulang kali memperingatkan bahwa kejadian cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas, semakin sering muncul dan memiliki intensitas yang lebih tinggi akibat perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia.

Peningkatan temperatur global membuat musim panas di berbagai negara menjadi lebih panjang sekaligus lebih panas dibandingkan periode sebelumnya. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada kesehatan manusia, tetapi juga meningkatkan penggunaan energi, memperbesar potensi kebakaran hutan, serta mengganggu aktivitas dan produktivitas sektor pertanian.

HIGHLIGHT

x|close