Jepang Dilanda Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 Derajat Celsius

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 09:59
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Gelombang Panas Gelombang Panas (Istimewa)

Ntvnews.id, Tokyo - Sejumlah kota di Jepang tengah menghadapi gelombang panas ekstrem yang disebut "kokushobi", istilah meteorologi baru yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika suhu udara melampaui 40 derajat Celsius. Di tengah cuaca yang semakin menyengat, peringatan heatstroke atau serangan panas diberlakukan di hampir seluruh wilayah negara tersebut.

Dilansir dari Kyodo, Kamis, 23 Juli 2026, Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan sedikitnya tiga kota di wilayah tengah Jepang mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius pada Selasa, 21 Juli 2026 Kondisi tersebut menjadi dasar penggunaan istilah "kokushobi", yang baru diperkenalkan JMA pada tahun ini.

Wilayah lain di Jepang hari berikutnya, Rabu, 22 Juli 2026, termasuk Kota Nagoya dan sejumlah kawasan di sebelah timur Tokyo, juga mengalami suhu yang mendekati bahkan melampaui angka 40 derajat Celsius.

JMA telah mengeluarkan peringatan heatstroke di 41 dari total 47 prefektur di Jepang. Otoritas juga mengimbau masyarakat, khususnya warga lanjut usia, untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil dan menghindari paparan panas berlebihan.

Gelombang panas tersebut telah memakan korban jiwa. Di Prefektur Tochigi, yang berada di utara Tokyo, seorang pria berusia 85 tahun ditemukan tidak sadarkan diri di dalam rumah kaca milik peternakannya pada Selasa, 21 Juli 2026.

Baca Juga: 14 Ribu Orang Meninggal Akibat Gelombang Panas di Eropa, Jerman Terbanyak

Juru bicara otoritas pemadam kebakaran setempat kemudian mengonfirmasi bahwa pria lanjut usia tersebut meninggal dunia.

"Suhu di dalam rumah kaca itu luar biasa panas," ujarnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang meminta masyarakat untuk menganggap kondisi cuaca panas ekstrem ini sebagai "bencana".

"Suhu udara telah meningkat sejak pertengahan Juli, dan cuaca panas ekstrem diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh wilayah," kata Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang.

Lembaga tersebut juga menegaskan, "Tidak berlebihan jika menyebut cuaca panas ekstrem ini sebagai 'bencana', dengan banyaknya orang yang harus dilarikan ke rumah sakit atau bahkan meninggal dunia akibat heatstroke,".

Seorang wanita berjalan di bawah sinar matahari saat gelombang panas dengan suhu mendekati 40 derajat Celsius di Duisburg, Jerman, Rabu, 24 Juni 2026. <b>(Antara)</b> Seorang wanita berjalan di bawah sinar matahari saat gelombang panas dengan suhu mendekati 40 derajat Celsius di Duisburg, Jerman, Rabu, 24 Juni 2026. (Antara)

Para ilmuwan menilai perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia telah meningkatkan frekuensi maupun intensitas gelombang panas ekstrem, baik di Jepang maupun di berbagai wilayah lain di dunia.

Tahun lalu, Jepang mencatat musim panas terpanas sepanjang sejarah pencatatan. Rekor suhu tertinggi di negara itu tercatat pada 5 Agustus 2025, ketika temperatur mencapai 41,8 derajat Celsius di Kota Isesaki, yang terletak di utara Tokyo.

x|close