Gelombang Panas Kedua di Spanyol, 150 Kasus Kematian Meningkat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 13:28
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Orang-orang mendinginkan diri di dalam air di tengah gelombang panas di sebuah taman di Madrid, Spanyol, 24 Mei 2026. Orang-orang mendinginkan diri di dalam air di tengah gelombang panas di sebuah taman di Madrid, Spanyol, 24 Mei 2026. (Antara)

Ntvnews.idMadrid - Spanyol kembali menghadapi dampak serius dari gelombang panas pada awal Juli 2026. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Kematian Harian (MoMo) Kementerian Kesehatan Spanyol yang dirilis Senin, 6 Juli 2026, lebih dari 150 orang meninggal dunia dalam beberapa hari pertama bulan ini dan kematian tersebut dikaitkan dengan suhu ekstrem.

Jumlah itu menambah tingginya angka korban akibat cuaca panas setelah MoMo sebelumnya memperkirakan terdapat 1.029 kematian terkait gelombang panas sepanjang Juni. Angka tersebut menjadi jumlah kematian bulanan tertinggi sejak sistem pemantauan itu mulai diterapkan pada 2015.

Baca JugaBMKG Sebut Udara Panas di Indonesia Bukan Heatwave, Ini Penjelasannya

Di sisi lain, petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan sejumlah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai wilayah Spanyol.

Salah satu kebakaran terbesar terjadi di La Bisbal d'Emporda. Kebakaran itu telah melalap sekitar 2.200 hektare kawasan lindung Les Gavarres dengan perimeter kebakaran yang diperkirakan mencapai sekitar 40 kilometer.

Baca JugaApa Itu Heatwave atau Gelombang Panas?

Sementara itu, berdasarkan estimasi satelit dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa atau European Forest Fire Information System (EFFIS), luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan di Spanyol sejak awal tahun 2026 telah mencapai sekitar 56.000 hektare.

(Sumber: Antara)

x|close