Fakta 25 Orang Meninggal Dunia Akibat Gelombang Panas di AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jul 2026, 15:03
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Warga menyejukkan diri di air mancur umum untuk mengatasi suhu tinggi selama gelombang panas ekstrem yang memicu peringatan di 17 kota di seluruh negeri, di Milan, Italia Warga menyejukkan diri di air mancur umum untuk mengatasi suhu tinggi selama gelombang panas ekstrem yang memicu peringatan di 17 kota di seluruh negeri, di Milan, Italia (Antara)

Ntvnews.id,Istanbul - Gelombang panas yang melanda Amerika Serikat selama sepekan terakhir dilaporkan telah menewaskan 25 orang. Sementara itu, sekitar 40 juta penduduk masih berada dalam wilayah yang mendapat peringatan panas di kawasan pantai timur, tenggara, dan barat daya negara tersebut.

Mengutip laporan NBC News pada Minggu, 5 Juli 2026, berdasarkan keterangan pejabat setempat, New Jersey menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 22 orang. Selain itu, Illinois mencatat satu korban meninggal dunia, sedangkan Mississippi melaporkan dua korban jiwa.

Badan Cuaca Nasional (NWS) Amerika Serikat juga mengingatkan potensi badai petir yang dapat memicu angin kencang, hujan es, hingga banjir bandang lokal di sejumlah wilayah pantai timur sampai Senin, 6 Juli 2026.

Peringatan banjir masih diberlakukan bagi sekitar 34 juta warga yang tinggal di Delaware, Connecticut, serta New York. Prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan di sejumlah wilayah tersebut dapat mencapai 3 inci atau sekitar 7,6 sentimeter.

Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem di AS Tewaskan Sedikitnya 25 Orang

Cuaca buruk itu turut menyebabkan pemadaman listrik yang berdampak pada ratusan ribu pelanggan di beberapa negara bagian di kawasan timur Amerika Serikat.

NWS menyebutkan bahwa peringatan panas tetap berlaku hingga Minggu malam, 5 Juli 2026, di sepanjang wilayah pantai timur.

Indeks panas, yang menggambarkan suhu yang dirasakan setelah memperhitungkan kelembapan udara, diperkirakan berada pada kisaran 100 derajat Fahrenheit (37,7 derajat Celsius) hingga 105 derajat Fahrenheit (40,5 derajat Celsius) di Philadelphia, Washington D.C., Baltimore, Raleigh, Charleston di Carolina Selatan, serta Jacksonville, Florida.

Meski suhu diperkirakan mulai menurun secara bertahap pada pekan ini di sebagian besar wilayah pantai timur, dengan suhu maksimum siang hari berkisar antara 70 hingga 90 derajat Fahrenheit atau sekitar 21 hingga 32 derajat Celsius, kondisi panas ekstrem masih diprediksi bertahan di sejumlah daerah hingga pertengahan pekan.

Baca Juga: Gelombang Panas Bikin Kebakaran Hutan di Prancis, Ribuan Orang Dievakuasi

Peringatan panas ekstrem juga telah diterbitkan untuk beberapa wilayah di California dan Arizona, termasuk Phoenix dan Tucson, mulai Selasa, 7 Juli 2026, hingga Kamis, 9 Juli 2026. Suhu siang hari di wilayah tersebut diperkirakan dapat mencapai 45,5 derajat Celsius.

Sementara itu, Departemen Kesehatan Kota New York melaporkan lebih dari 378 orang telah mengunjungi instalasi gawat darurat (IGD) akibat gangguan kesehatan yang berkaitan dengan gelombang panas.

(Sumber: Antara)

x|close