IAEA Pastikan Uranium dari Inggris ke Ukraina Digunakan untuk Tujuan Sipil

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jul 2026, 14:12
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Mariano Grossi. Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Mariano Grossi. (Antara)

Ntvnews.id, Wina - Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menegaskan lembaganya akan memverifikasi penggunaan uranium yang dipasok Inggris ke Ukraina agar tetap dimanfaatkan untuk kepentingan damai.

"Yang kami awasi bukanlah transfer bahan bakar, melainkan kami menerapkan pengamanan di fasilitas-fasilitas tersebut untuk memastikan tidak ada penyimpangan untuk penggunaan non-sipil," kata Grossi.

Grossi menjelaskan bahwa IAEA tidak memiliki peran dalam transaksi komersial terkait pasokan bahan nuklir. Namun, setelah material tersebut tiba di fasilitas tujuan, lembaganya akan melakukan inspeksi sesuai mandat yang dimiliki.

Baca JugaDi Tengah Eskalasi, IAEA Sebut Situs Nuklir Iran Tak Tersentuh

"Itulah tugas saya, untuk memastikan bahwa di setiap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di dunia tidak ada penyimpangan, termasuk di Iran, bahwa tidak ada penggunaan militer dari bahan bakar yang digunakan untuk keperluan sipil," katanya.

Menurut Grossi, pendekatan IAEA yang tegas dalam melakukan pengawasan terkadang memunculkan anggapan bahwa lembaganya terlalu asertif terhadap sejumlah persoalan.

"Jadi, kami harus memastikan tidak ada pihak yang merasa tersinggung, karena itulah aturan main dalam NPT. Jika sebuah negara sudah memutuskan bergabung, maka mereka harus bersedia diinspeksi oleh IAEA tanpa politisasi atau merasa diincar karena mereka adalah negara A, B, atau C," pungkas Grossi.

Baca JugaIran Tuntut Aksi Tegas IAEA terhadap AS soal Serangan Nuklir

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Inggris mengumumkan alokasi dana sebesar 290 juta pound sterling atau sekitar Rp6,8 triliun untuk memasok uranium yang diperkaya kepada Kiev sebagai bagian dari dukungan bagi Ukraina.

(Sumber: Antara)

x|close