Korban Perang Rusia-Ukraina Tembus 2 Juta Jiwa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 09:29
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. (Antara)

Ntvnews.id, KyivPerang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun diperkirakan telah menelan korban hingga dua juta jiwa dari kedua belah pihak. Konflik yang dimulai dengan invasi Rusia ke Ukraina itu disebut menjadi salah satu peperangan paling mematikan dalam sejarah modern.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS), total korban yang mencakup tentara tewas, terluka, dan hilang dari kedua negara diperkirakan mencapai dua juta orang.

CSIS memperkirakan Rusia mengalami kerugian sekitar 1,4 juta personel, termasuk korban tewas, terluka, maupun hilang. Jumlah tersebut setara dengan sekitar satu persen dari total populasi Rusia.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa dampak korban tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Rusia. Daerah-daerah miskin dan komunitas etnis minoritas disebut mengalami tingkat korban yang jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Dilansir dari CNN, Jumat, 3 Juli 2026, media oposisi Rusia semakin sering memberitakan kondisi desa-desa terpencil yang hampir kehilangan seluruh populasi laki-laki usia produktif akibat perang. Studi tersebut juga menyebut Rusia saat ini menghadapi kesulitan untuk merekrut personel baru dengan kecepatan yang mampu mengimbangi tingkat kehilangan pasukannya.

Baca Juga: Rusia Peringatkan Ukraina agar Tidak Menyerang Belarus

"Angka-angka ini sangat mengejutkan. Jumlah korban jiwa Rusia di Ukraina lebih dari empat kali lipat jumlah korban jiwa AS di semua perang gabungan sejak Perang Dunia II, dan lebih dari sembilan kali lipat jumlah korban jiwa Soviet dan Rusia di semua perang gabungan sejak Perang Dunia II," kata Seth G Jones dan Riley McCabe, penulis studi tersebut.

Sementara itu, Ukraina diperkirakan mengalami total korban antara 525.000 hingga 625.000 orang, termasuk sekitar 125.000 hingga 150.000 korban meninggal dunia.

Hingga saat ini, baik Rusia maupun Ukraina belum merilis data resmi terkait jumlah korban perang. Namun, estimasi yang dipublikasikan CSIS dinilai secara umum sejalan dengan berbagai perkiraan yang sebelumnya disampaikan negara-negara Barat.

Jones dan McCabe menilai bahwa dari sisi jumlah korban, perang ini memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi Rusia dibandingkan Ukraina.

Mereka memperkirakan rasio korban dalam paruh pertama tahun ini meningkat hingga mendekati delapan banding satu. Artinya, untuk setiap satu tentara Ukraina yang tewas, terluka, atau hilang, terdapat sekitar delapan korban dari pihak Rusia.

Gambar bendera Rusia dan Ukraina di tembok batu bata dengan bayangan tentara. <b>(Antara)</b> Gambar bendera Rusia dan Ukraina di tembok batu bata dengan bayangan tentara. (Antara)

Sebelumnya, rasio korban Rusia dan Ukraina diperkirakan berada pada kisaran dua hingga tiga banding satu. Menurut kedua peneliti tersebut, peningkatan rasio korban terbaru dipengaruhi oleh kemajuan signifikan Ukraina dalam pengembangan teknologi drone, terutama kemampuannya memperluas "zona pembunuhan" di area pertempuran.

Kepadatan penggunaan drone Ukraina di sekitar garis depan pertempuran disebut telah membuat pasukan Rusia sangat sulit untuk bergerak maupun melakukan penetrasi wilayah.

Selain itu, mereka juga menilai tingginya korban di pihak Rusia dipicu oleh berbagai faktor lain, termasuk "strategi perang atrisi Rusia, kegagalannya untuk secara efektif melakukan perang gabungan dan peperangan campuran, taktik dan pelatihan yang buruk, korupsi, dan moral yang rendah."

Terlepas dari penyebabnya, angka korban yang mencapai dua juta orang menggambarkan besarnya skala tragedi kemanusiaan dalam perang Rusia-Ukraina. Berdasarkan estimasi tersebut, konflik ini diperkirakan telah melampaui jumlah korban dalam Pertempuran Stalingrad, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah dunia.

TERKINI

Load More
x|close