Ntvnews.id, Monako - Sebuah ledakan yang diduga berasal dari bom paket mengguncang sebuah gedung hunian di Monako pada Senin, 29 Juni 2026, menyebabkan tiga orang konglomerat asal Ukraina mengalami luka-luka. Otoritas Monako dan Prancis kini tengah melakukan pencarian intensif terhadap pelaku yang diduga telah melarikan diri ke wilayah Prancis.
Dilansir dari AFP, Rabu, 1 Juli 2026, Menteri Negara Monako, Christophe Mirmand, mengatakan kepada BFM TV bahwa pelaku hingga kini masih buron. Sejumlah media di Prancis dan Ukraina melaporkan bahwa insiden tersebut diduga merupakan upaya pembunuhan yang menyasar seorang oligarki kelahiran Ukraina.
Media Prancis melaporkan rekaman kamera pengawas memperlihatkan seorang pria yang meletakkan sebuah ransel di pintu masuk gedung apartemen sesaat sebelum ledakan terjadi.
Surat kabar lokal Monaco Matin juga mempublikasikan gambar CCTV yang diduga memperlihatkan pelaku mengenakan topi serta pakaian berwarna gelap, sambil membawa tas berwarna putih di bahunya.
BFM TV, mengutip keterangan Jaksa Agung Monako, menyebut perangkat yang digunakan dalam insiden tersebut sebagai "bom paket".
Hingga kini, aparat keamanan Monako dan Prancis masih memburu pelaku yang identitasnya belum diketahui. Pihak kejaksaan Monako menyatakan bahwa pelaku diduga bertindak seorang diri dan menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak dikategorikan sebagai aksi terorisme.
Sementara itu, Christophe Mirmand mengungkapkan bahwa tiga korban utama masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Salah satu korban, seorang perempuan yang identitasnya tidak dipublikasikan, mengalami luka paling serius.
Menurut laporan Monaco Matin, ledakan tersebut menyebabkan sebagian tungkai bawah korban mengalami kerusakan parah.
Dikutip dari Reuters, saat dimintai keterangan mengenai kondisi para korban, Mirmand mengatakan mereka kemungkinan akan dirujuk untuk mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit yang berada di Nice atau Marseille, Prancis. Ia juga menyebut seorang pria muda turut mengalami luka, meski kondisinya tidak separah korban lainnya.
Sejauh ini, otoritas setempat belum bersedia mengungkap identitas para korban maupun memberikan rincian lebih lanjut terkait perkembangan penyelidikan.
Baca Juga: Rusia Terbangkan Pesawat Pengebom di Laut Norwegia, Ada Apa?
Monako dikenal sebagai negara kecil yang menjadi destinasi para miliarder dunia, dengan daya tarik berupa kasino mewah, pelabuhan kapal pesiar, serta sistem keamanan yang ketat. Negara tersebut berbatasan langsung dengan Laut Mediterania dan Prancis, tanpa memiliki pemeriksaan perbatasan resmi dengan negara tetangganya itu. Italia juga terletak tidak jauh dari wilayah Monako.
Media Prancis dan Ukraina melaporkan bahwa target serangan tersebut diduga adalah Vadym Yermolaiev, mantan pengembang properti asal Kota Dnipro, Ukraina.
Yermolaiev diketahui telah meninggalkan Ukraina beberapa tahun lalu, melepaskan kewarganegaraan Ukrainanya, dan kini berstatus sebagai warga negara Siprus.
Pemerintah Ukraina menjatuhkan sanksi terhadap Yermolaiev pada Desember 2023. Sejumlah media Ukraina menyebut sanksi tersebut berkaitan dengan dugaan aktivitas bisnis yang dimilikinya di wilayah Krimea yang saat ini diduduki Rusia.
Namun, dalam wawancara dengan media Ukraina RBC-Ukraine pada 2024, Yermolaiev membantah bahwa dirinya memiliki ataupun mengelola bisnis apa pun di Krimea.
Meski demikian, Mirmand tidak memberikan konfirmasi maupun bantahan terkait dugaan bahwa Yermolaiev merupakan sasaran utama dalam serangan bom tersebut.
Penyelidikan terhadap motif dan pelaku serangan masih terus berlangsung, sementara aparat keamanan kedua negara meningkatkan koordinasi untuk menangkap pelaku yang masih buron.
Ilustrasi Bom Rakitan ((Antara))