Geger Isu Zelensky Tewas Usai Serangan Rusia, Aktivitas Terbaru Presiden Ukraina Jadi Sorotan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jun 2026, 13:48
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Isu mengenai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menjadi sorotan setelah beredar kabar tidak terverifikasi yang menyebut dirinya tewas dalam serangan balasan Rusia pada Minggu (21/6/2026). Informasi tersebut cepat menyebar di media sosial X dan memicu berbagai spekulasi, meski tidak didukung oleh laporan resmi maupun media arus utama internasional.

Kabar itu mulai ramai diperbincangkan setelah muncul klaim bahwa Rusia menyerang sebuah wilayah yang disebut sebagai zona aman di Ukraina, yang diduga menjadi lokasi persembunyian Zelensky. Isu tersebut kemudian viral pada Minggu pagi (21/6/2026), meski hingga saat ini tidak ada konfirmasi dari sumber kredibel yang membenarkan peristiwa tersebut.

Salah satu unggahan di X yang ikut menyebarkan narasi itu menyebutkan,

“Menurut laporan, serangan udara Rusia menargetkan lokasi aman di Ukraina dan serangan ini menyebabkan kematian Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Media Ukraina melaporkan kejadian ini,” tulis salah satu unggahan di X yang viral pada Minggu pagi.

Namun, klaim tersebut tidak diikuti oleh pemberitaan dari media internasional mana pun. Hingga laporan ini berkembang, tidak ada konfirmasi independen yang mendukung informasi bahwa Presiden Ukraina tersebut menjadi korban serangan.

Di sisi lain, aktivitas Zelensky sendiri masih tercatat di ruang publik. Pada Sabtu (20/6/2026) malam, ia masih mengunggah video melalui X yang membahas perkembangan teknologi militer Ukraina, khususnya penggunaan drone FP-1 yang disebut telah mengalami peningkatan signifikan dalam jangkauan operasional.

Dalam unggahannya, Zelensky menyoroti capaian serangan jarak jauh terhadap wilayah Rusia. Ia menyampaikan,

“Sanksi jarak jauh kami telah mencapai wilayah Tyumen Rusia fasilitas pengolahan minyak lainnya, lebih dari 2.000 kilometer dari perbatasan negara kami. Serangan yang efektif,”

Baca Juga: Rapat Paripurna HUT DKI ke-499, Ketua DPRD Soroti Perjalanan Sejarah dan Capaian Pembangunan Jakarta

Ia juga menyinggung pengembangan teknologi baru yang digunakan dalam operasi militer tersebut serta memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangannya.

“Pekerjaan itu dilakukan oleh drone FP baru yang telah ditingkatkan, yang sekarang dapat mencapai target pada jarak 3.000 kilometer. Saya berterima kasih kepada para insinyur Fire Point,” jelasnya.

Selain membahas kemampuan serangan jarak jauh, Volodymyr Zelensky juga menegaskan bahwa operasi militer Ukraina masih terus berlangsung, termasuk upaya merebut kembali wilayah yang dikuasai Rusia.

“Serangan jarak menengah kami terhadap target militer di wilayah Ukraina yang sementara diduduki juga terus berlangsung dan memberikan dampak nyata pada logistik militer Rusia,” paparnya.

Pada Minggu siang, Zelensky juga masih membagikan sejumlah video yang menampilkan operasi serangan balasan terhadap posisi Rusia. Dalam unggahan tersebut, ia kembali menyampaikan apresiasi kepada pasukan Ukraina yang terlibat di lapangan.

“Saya berterima kasih kepada semua pejuang kami atas ketepatan dan profesionalisme mereka. Rusia hanya memahami kekuatan, dan kekuatan jarak jauh kami tentu saja bekerja untuk perdamaian. Glory to Ukraine!” kata dia.

Di tengah beredarnya isu mengenai kondisi Zelensky, situasi konflik antara Ukraina dan Rusia juga terus meningkat. Rusia sebelumnya menanggapi serangan ribuan drone Ukraina yang disebut menghantam wilayah Moskow pada Kamis (18/6/2026).

Pemerintah Rusia menyatakan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Sikap itu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov yang menyebut respons terhadap Ukraina akan dilakukan secara lebih keras dan berulang.

Lavrov menilai bahwa pernyataan verbal tidak cukup untuk merespons serangan drone yang dilakukan Ukraina. Ia juga memperingatkan bahwa Moskow akan terus melancarkan serangan skala besar terhadap berbagai target di Ukraina.

Dalam keterangannya di sela KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia, Lavrov menyampaikan bahwa operasi militer akan terus berlanjut sebagai bentuk balasan.

"Bukan suatu kebetulan bahwa presiden mengumumkan beberapa waktu lalu, setelah aksi nekat lain dari teroris Kiev, bahwa kita sekarang akan melakukan serangan kelompok besar-besaran secara teratur,”

“Terhadap target yang kondisinya secara langsung memengaruhi kemampuan tempur Angkatan Bersenjata Ukraina. Tugas ini telah ditetapkan oleh panglima tertinggi, dan angkatan bersenjata,”

x|close